Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Pangan Indonesia Kalah dari Ethiopia, Berikut Saran Rektor IPB

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria merekomendasikan sejumlah langkah guna perbaikan sektor pertanian guna lebih menunjang dalam ketahanan pangan masyarakat. Salah satunya dengan peningkatan produktivitas dan mutu komoditas pertanian.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  18:15 WIB
Ilustrasi sawah dilanda banjir./Antara - Syaiful Arif
Ilustrasi sawah dilanda banjir./Antara - Syaiful Arif

Bisnis.com, JAKARTA — Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria merekomendasikan sejumlah langkah guna perbaikan sektor pertanian guna lebih menunjang dalam ketahanan pangan masyarakat. Salah satunya dengan peningkatan produktivitas dan mutu komoditas pertanian.

Hal itu harus dilakukan secara serius untuk disikapi mengingat berdasarkan The Economist Intelligence Unit 2020, indeks keberlanjutan pangan Indonesia menempati peringkat 60. Angka itu jauh di bawah negara yang bahkan dulu dikenal dengan isu kelaparan yakni Ethiopia di peringkat 27.

"Food sustainaility index menggambarkan pencpaian negara dalam keberlanjutan pangan dan sistem nutrisi yang dilihat dari aspek pertanian, limbah pangan, dan gizi. Ternyata negara yang identik dengan kelaparan punya ranking lebih baik dari kita," katanya dalam diskusi Indef, Rabu (17/2/2021).

Selain itu, Arif mengemukakan dari sisi indeks kelaparan global, Indonesia juga memiliki skor 19,1 jauh di bawah Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Thailand yang masing-masing mencetak skor 19, 13,6, 13,3, dan 10,2.

Kondisi yang juga tidak kalah penting yaki terkait indeks keamanan pangan global di mana Indonesia menempati posisi 62 dari 113 negara. Peringkat itu juga di bawah sejumlah negara jiran bahkan jauh dari Malaysia yang di posisi 28.

"Dengan kondisi di atas kita juga masih memiliki masalah food loss and food waste dengan hasil rangking Indonesia di nomor dua dengan menyumbang 300 kg limbah per orang setiap tahunnya," ujar Arif.

Untuk itu, peningkatan produktivitas dan mutu komoditas pertanian sebaiknya dilakukan dengan berbagai hal. Antara lain jaminan ketersediaan benih bermutu, penggunaan pupuk berimbang, pengendalian hama yang ramah lingkungan, revitalisasi perkebunan, dan modernisasi pertanian.

"Peningkatan daya saing produk pertanian serta dukungan kebijakan fiskal dan koordinasi secara teknis dengan kementerian lainnya menjadi hal yang sangat penting," kata Arif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan industri pangan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top