Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stimulus PPnBM Diyakini Kerek Konsumsi Bila Vaksinasi Covid-19 Lancar

Stimulus fiskasl dinilai tidak bisa bergerak sendiri sehingga pemerintah pada saat yang sama juga mempercepat proses vaksinasi virus Corona (Covid-19).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 Februari 2021  |  19:23 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Persekonomian Iskandar Simorangkir membuka Forum Digital Indonesia-Australia, di Jakarta, Rabu (31/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Persekonomian Iskandar Simorangkir membuka Forum Digital Indonesia-Australia, di Jakarta, Rabu (31/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan mengeluarkan insentif penurunan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) demi mendorong permintaan dan penawaran di sektor manufaktur, khususnya otomotif yang lesu karena pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa kebijakan tersebut diyakini dapat meningkatkan pembelian kendaraan roda empat.

“Karena masyarakat kelas menengah yang biasanya membeli mobil sensitif terhadap perubahan harga apalagi di tengah vaksinasi mulai berjalan,” katanya Minggu (14/2/2021).

Kendati begitu, Iskandar menjelaskan bahwa stimulus tersebut tidak bisa bergerak sendiri. Pemerintah pada saat yang sama juga mempercepat proses vaksinasi virus Corona.

Tujuannya untuk meningkatkan keyakinan masyarakat kelas menengah dan atas yang kini cenderung memilih menyimpan hartanya.

Vaksin Covid-19 yang sudah terdistribusi sejak pertengahan bulan lalu terbukti berdampak pada indikator utama konsumsi kelompok tersebut untuk keperluan rumah tangga mulai naik.

“Oleh karena itu kebijakan pembebasan PPnBM bertujuan meningkatkan konsumsi lebih cepat pada triwulan I/2021 karena multiplier efeknya besar. Misalnya produksi onderdil dan pedagang karena yang diberikan pembebasan PPnBM untuk mobil di bawah 1500 cc di mana local content-nya tinggi,” jelasnya.

Stimulus ini mulai berlaku pada 1 Maret 2021. Oleh karena itu, aturan turunannya yang tengah disusun oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ditargetkan selesai bulan ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insentif pajak ppnbm kemenko perekonomian Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top