Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Metland Sarankan Developer Fokus ke Properti di Bawah Rp1 Miliar

Nanda Widya, Komisaris PT Metropolitan Land Tbk. (Metland), menyarankan kepada pengembang untuk fokus saja dengan properti yang dilepas ke pasar dengan harga kurang dari Rp1 miliar di tengah kondisi pandemi corona yang masih tak jelas kapan berakhir.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 12 Februari 2021  |  00:45 WIB
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta./Bisnis - Arief Hermawan
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta./Bisnis - Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang disarankan menggarap proyek dengan harga kurang dari Rp1 miliar pada saat pandemi Covid-19 masih belum juga mau pergi yang memicu tekanan terhadap banyak sektor bisnis termasuk properti.

“Sebaiknya fokus ke proyek di bawah Rp1 miliar yang permintaannya masih banyak. Pilah mana yang harus ditunda, mana yang tetap bisa dijalankan,” ungkap Nanda Widya, Komisaris PT Metropolitan Land Tbk. (Metland), pada Kamis (11/2/2021).

Dia mengemukakan hal tersebut dalam Webinar Industri Properti Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Kamis (11/2/2021) yang digelar berkaitan dengan HUT Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ke-49.

Selain menyarankan pengembang agar fokus menggarap properti dengan harga jual kurang dari Rp1 miliar, Nanda menyampaikan pula sejumlah langkah yang membantu pengembang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi bisnis yang sedang tertekan.

Langkah pertama dan menjadi yang paling penting, kata Nanda, pengembang mesti mengutamakan menjaga cashflow walaupun terpaksa mengurangi keuntungan.

Kedua, jaga dengan baik negosiasi dengan pihak perbankan supaya kredit pemilikan rumah (KPR) untuk calon pembeli properti tetap mengucur. Ketiga, maksimalkan digital marketing. Promosi secara digital akan signifikan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.

Keempat, alihkan pemasaran yang biasa dilakukan sendiri kepada agen-agen pemasaran. Pemasaran melalui agen membuat developer hanya mengeluarkan biaya apabila ada properti yang terjual. Kelima, Nanda mengingatkan pula agar perlu menggiatkan kerja sama antar-developer.

Keenam, saat pandemi ini, ketika kegiatan bisnis direm oleh kondisi, waktu dapat dimanfaatkan dengan memperbaiki sistem operasional perusahaan. “Dulu fokus ke jualan, sekarang waktu digunakan untuk memperbaiki sistem supaya efisien.”

Ketujuh, beri keyakinan kepada karyawan bahwa mereka dilindungi, tidak akan di-PHK, tetapi minta mereka agar bersedia gajinya dikurangi untuk meringankan beban sehingga perusahaan pun dapat bertahan.

Termasuk dalam upaya memberi keyakinan kepada karyawan bahwa mereka dilindungi perusahaan ialah memberi vaksinasi mandiri. Hal itu, kata Nanda, dapat dikoordinasikan dengan REI.

Dia menambahkan bahwa pengembang harus menyiapkan diri menghadapi kondisi pandemi ini paling untuk waktu setahun ke depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti metropolitan land
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top