Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SCI: Kinerja Sektor Logistik Ditunjang Permintaan Dalam Negeri

Supply Chain Indonesia (SCI) menyebut kecenderungan pertumbuhan karena permintaan jasa logistik dalam negeri.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  14:25 WIB
SCI: Kinerja Sektor Logistik Ditunjang Permintaan Dalam Negeri
Kegiatan Bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Bobi Bani.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Supply Chain Indonesia (SCI) mengungkapkan bahwa sektor logistik cenderung menunjukkan tren positif selama 2020, kendati Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa laju pertumbuhan lapangan usaha transportasi dan pergudangan atau logistik mengalami kontraksi sebesar minus 13,42 persen pada Triwulan IV/2020 (y-o-y).

Chairman SCI Setijadi menyatakan kontraksi sektor logistik (lapangan usaha transportasi dan pergudangan) itu terjadi akibat kontraksi pada beberapa lapangan usaha lainnya, seperti industri pengolahan (-3,14 persen), perdagangan (-3,64 persen), konstruksi (-5,67 persen), serta pertambangan dan penggalian (-1,20 persen).

"Sementara, lapangan usaha yang tumbuh positif adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan [2,59 persen]," katanya dalam siaran pers, Rabu (10/2/2021).

Menurutnya, walaupun sektor logistik pada periode itu terkontraksi, tetapi justru terjadi kecenderungan positif. Pada Triwulan II dan III, laju pertumbuhan transportasi dan pergudangan berturut-turut sebesar minus 30,80 dan minus 16,71 persen.

"Sektor logistik mengalami kecenderungan pertumbuhan karena permintaan jasa logistik dalam negeri. Misalnya, jasa transportasi untuk pengiriman tanaman hortikultura [buah-buahan dan sayur-sayuran] yang relatif stabil bahkan mengalami peningkatan," jelasnya.

Mengacu terhadap data BPS, lanjut dia, pertumbuhan positif untuk komoditas sektor ini terjadi pada Triwulan III dan IV 2020 berturut turut sebesar 5,74 persen dan 7,85 persen (y-on-y). Bahkan, untuk tanaman pangan, terjadi tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi pada Triwulan III (7,18 persen) dan Triwulan IV (10,47 persen).

Melihat hal ini, Setijadi berharap perusahaan-perusahaan penyedia jasa logistik dapat memanfaatkan peluang kebutuhan jasa logistik untuk penanganan komoditas dalam negeri. Pun diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas prosesnya untuk pengembangan rantai pasok komoditas nasional.

"Selain akan berdampak terhadap tingkat ketersediaan dan harga komoditas yang lebih baik untuk kebutuhan dalam negeri, peningkatan efisiensi dan efektivitas penyedia jasa logistik juga akan meningkatkan daya saing komoditas nasional," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top