Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabel Bawah Laut Ruwet! Menko Luhut Bakal Ambil Tindakan

Pemerintah akan segera menertibkan pipa laut, kabel laut, termasuk fiber optic yang saat ini masih ruwet di bawah koordinasi Kemenko Maritim dan Investasi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  18:22 WIB
Ilustrasi kabel serat optik - Reuters/Alessandro Bianchi
Ilustrasi kabel serat optik - Reuters/Alessandro Bianchi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah segera menerbitkan penetapan alur untuk pipa laut, kabel laut, termasuk fiber optic untuk wilayah Indonesia guna menata jalur kabel bawah laut yang saling tumpang tindih.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo membenarkan kerumitan kabel bawah laut di perairan Indonesia. Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenkomarves), lanjutnya, telah melakukan pembahasan terkait hal tersebut.

Menurutnya, penertiban ini dilakukan secara perlahan-lahan dan tak serta merta bisa dilakukan. Terlebih, seluruh pipa kabel memiliki periode atau lifetime sehingga ketika membangun yang baru harus mengikuti jalurnya.

“Memang betul di wilayah Indonesia sangat ruwet, Kemenko Maritim sudah melakukan pembahasan dalam waktu tidak lama akan keluar penetapan alur untuk pipa laut, kabel laut, fiber optic untuk di seluruh Indonesia. Ini sedang dibahas kami mengikuti terus harapannya nggak akan keluar. Koordinatornya Kemenkomarves ,” ujarnya, Kamis (4/2/2021).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penataan pipa atau kabel bawah laut akan dilakukan di seluruh Indonesia. Pemerintah sudah menyiapkan lokasi bagi pipa atau kabel yang sudah habis masa kontraknya.

"Semua dulu pating sliwer, itu habis kontraknya dia harus diarahkan ke koridor yang sudah ditentukan, seluruh Indonesia. Salah satunya di Batam ini supaya tertib," katanya.

Menko Luhut juga melibatkan pemerintah daerah untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) sebab persoalan tumpang tindih labuh jangkar bisa diselesaikan dengan penataan ulang pipa bawah laut. Pemerintah akan memangkas 11 area lebih jangkar menjadi lima untuk wilayah Batam, termasuk dua lego jangkar yang sudah ada di pelabuhan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub kabel bawah laut
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top