Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Bisa Bantu Pacu Pemulihan Bisnis Properti, Ini Caranya

Proses pemulihan bisnis properti dapat dilakukan oleh kalangan pengembang sendiri. Di sisi lain, dalam situasi sulit akibat pandemi Covid-19, sebenarnya masih terdapat peluang bagi pengembang.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  18:44 WIB
Aktivitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020)./Bisnis - Dedi Gunawan
Aktivitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020)./Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Colliers International Indonesia memproyeksikan iklim investasi properti di Indonesia membaik apabila para pengembang melakukan penyesuaian harga dengan kondisi saat ini.

Head of Capital Markets & Investment Services of Colliers International Indonesia Steve Atherton mengatakan dalam situasi saat ini, para pengembang harus menyesuaikan harga properti.

Alasan kenapa pengembang properti harus memangkas harga adalah untuk menjaga level minimum margin keuntungan perusahaan. Ke depannya target pendapatan memang harus disesuaikan mengingat saat ini kondisi ekonomi belum pulih. Oleh karena itu, harga properti termasuk tanah perlu disesuaikan.

"Sebagian besar investor, bahkan yang kecil sekalipun, masih berharap mendapatkan harga yang menguntungkan," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, apabila pengembang tak melakukan penyesuaian harga baik penjualan maupun penyewaan properti, pemulihan akan berjalan lambat.

Dia mengutarakan pula bahwa di tengah kondisi yang sedang tidak berpihak ini, tetap ada peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pengembang properti.

Pertama, adanya kesempatan untuk meningkatkan modal. Hal ini bisa dilakukan oleh pengembang asing yang menanamkan modalnya dengan pengembang lokal atau yang memang berdomisili di Indonesia untuk memulai proyek pengembangan lahan baru.

Selain itu. bisa memanfaatkan kondisi adanya larangan bepergian bagi pemangku kepentingan asing sehingga keputusan bisa dibuat oleh tim lokal. "Pengembang dengan bisnis yang lebih mapan dan tim lokal di lapangan kemungkinan besar akan memulai proyek baru."

Peluang lain adalah para investor yang mulai kembali masuk ke pasar. Menurutnya, masih banyak investor di luar negeri yang tertarik untuk masuk ke pasar properti Indonesia. "Jika ini terus terjadi, akan makin banyak aliran dana yang masuk dan bisa dijadikan modal oleh pengembang," ucap Atherton.

Head of Advisory Services of Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril menambahkan kehadiran DIRE (Dana Investasi Real Estat) saat ini membawa efek positif pada investasi properti, karena DIRE menawarkan kesempatan untuk publik melakukan investasi di institusi real estat besar yang memungkinkan mereka membeli saham bangunan, tanah, gedung, perkantoran, hotel, apartemen, rumah sakit atau membeli portofolio dari beragam jenis aset institusi besar lainnya.

"Tidak hanya ekonomi Indonesia yang lesu, tapi global pun melambat. Oleh karena itu, pasar investasi Indonesia sangat bergantung pada investor domestik baik dari sisi nilai aliran dana maupun jumlah proyek yang akan dikembangkan," tuturnya.

Adapun dominasi dari investasi domestik di Indonesia ini memang terlihat sudah menguat sejak kuartal tiga 2021 lalu yang mencapai 51 persen dari data yang dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam negeri masih memiliki kepercayaan berinvestasi di Indonesia.

"Dari angka ini, tampak bahwa perusahaan domestik masih melihat peluang untuk berinvestasi. Kami perkirakan dominasi domestik ini terus berlangsung 2 hingga 3 tahun mendatang," ujarnya.

Adapun peluang investasi berdasarkan wilayah, Jabodetabek khususnya DKI Jakarta masih mendominasi investasi berbasis lokasi baik dari segi nilai maupun jumlah proyek. Hal ini dengan terbukanya peluang di wilayah industri dan logistik di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

"Bali kini juga mulai perlahan menjadi incaran investasi industri. Ini menunjukkan betapa ada lebih banyak peluang untuk berinvestasi, tidak hanya bagi investor dalam negeri, tetapi juga bagi investor asing pada masa depan," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top