Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian PUPR: Refocusing Anggaran 2021 Anjlok 63,76 Persen

Kementerian PUPR akan melakukan refocusing anggaran 2021 sebesar Rp3,08 triliun atau anjlok hingga 63,76 persen dari angka refocusing 2020.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  07:19 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan telah mendapatkan perintah untuk melakukan refocusing anggaran untuk 2021.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan telah diminta untuk melakukan refocusing anggaran senilai Rp3,08 triliun. Angka tersebut turun 63,76 persen dari angka refocusing 2020 yang mencapai Rp8,5 triliun.

"Kami sedang menyusun kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan untuk penghematan. Tahun 2020 kemarin, refocusing Rp8,5 triliun kami lakukan dengan relaksasi terhadap kegiatan untuk konstruksi [Kawasan Strategis Pariwisata Nasional/KSPN] dan relaksasi lainnya," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa (26/1/2021).

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan akan meminta pemangku kepentingan untuk tidak menyentuh anggara proyek padat karya tunai (PKT) pada 2021. Seperti diketahui, Kementerian PUPUR merupakan salah satu pihak yang mengalami refocusing anggaran untuk mendukung pengendalian pandemi Covid-19.

Adapun, Kementerian PUPR merencanakan program PKT 2021 akan menyerap anggaran senilai Rp18,14 triliun atau sekitar 12,1 persen dari total pagu anggaran 2021. Angka tersebut tumbuh sekitar 47,24 persen dari alokasi tahun anggaran 2020.

"Untuk [potensi] refocusing [program] padat karya tunai tidak akan disentuh. Tetap akan diamankan untuk tidak dilakukan refocusing. Strateginya, kami minta dengan Kementerian Keuangan [untuk tidak disentuh]," katanya.

Seperti diketahui, pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 dimanfaatkan untuk bidang permukiman digunakan untuk pembangunan 2.012 liter/detik SPAM, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik untuk 367.380 KK, 917 sekolah/gedung sarana dan prasarana pendidikan, 9 gedung sarana dan prasarana olahraga (termasuk dukungan Piala Dunia U-20), 17 pasar, penataan 143 hektar permukiman kumuh dan KSPN.

Untuk pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), seperti untuk pembangunan 54 bendungan. Secara detail, pembangunan bendungan tersebut terdiri dari 11 bendungan baru dan 43 bendungan on-going.

Selain itu, Kementerian PUPR juga akan membangun 24 embung, 25 ribu hektar lahan irigasi baru, 120 km pengendali banjir, 20 km pengaman pantai, program padat karya P3TGAI di 12.000 lokasi, dan rehabilitasi dan peningkatan 250 ribu hektar lahan irigasi serta revitalisasi lima danau.

Di bidang konektivitas untuk pembangunan 831 km jalan, 19.888 meter jembatan, 3.116 meter flyover/underpass/terowongan, 35 km jalan bebas hambatan, serta peningkatan 1.279,5 km jalan nasional dan 2.177,5 meter penggantian jembatan.
Selanjutnya perumahan untuk pembangunan 9.210 unit rumah susun, 2.440 rumah khusus, 111.200 unit rumah swadaya dan 40.000 unit prasarana dan sarana umum.

Terakhir alokasi anggaran 2021 untuk dukungan manajemen yang mencakup pembinaan konstruksi, pembiayaan infrastruktur PU dan Perumahan, pengembangan SDM, pengembangan infrastruktur wilayah, Sekretariat Jenderal & Inspektorat Jenderal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian PUPR
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top