Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PGN Usulkan Insentif Harga Gas Hulu untuk Jargas

Pada 2021, emiten berkode saham PGAS itu berencana membangun sebanyak 230.776 sambungan rumah (SR).
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  21:12 WIB
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk sedang memeriksa operasional jaringan gas rumah tangga. Istimewa - PGN
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk sedang memeriksa operasional jaringan gas rumah tangga. Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. mengusulkan insentif harga gas bumi dari hulu untuk pelanggan rumah tangga yang disalurkan melalui infrastruktur jaringan gas rumah tangga.

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan pihaknya meminta dukungan pemerintah untuk memberikan harga gas di sektor hulu dari US$4,7 per MMbtu menjadi US$2 per MMbtu.

"Kami mengharapkan US$2 per MMbtu untuk gas rumah tangga sehingga keekonomian lebih baik. Penetapan harga jual gas yang memperhatikan tingkat keekonomian jargas," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, insentif perlu diberikan seperti halnya yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga gas hulu untuk kebutuhan industri.

Dalam hal tersebut, PGN telah menerima harga gas di sektor hulu sebesar US$4 per MMbtu untuk implementasi aturan itu. Pasalnya, ada beberapa aset jargas yang belum bisa dioptimalkan karena keekonomian yang belum memenuhi kriteria.

Harapannya, dengan pemberian harga tetap itu bisa lebih mendorong program tersebut. "Kami harapkan fixed price karena ini memberi kepastian karena sumber gas domestik sehingga memudahkan kami untuk perencanaan," ungkapnya.

Adapun, pada 2021 emiten berkode saham PGAS itu berencana membangun sebanyak 230.776 sambungan rumah (SR). Secara rinci, 130.776 SR dibangun menggunakan anggara APBN, 50.000 SR dibangun oleh BUMN, dan 50.000 SR dibangun menggunakan skema KPBU.

Sementara itu, pada 2022 bertambah sebanyak jumlah jargas yang dibangun akan meningkat menjadi 1,28 juta SR, 2023 bertambah sebanyak hingga 1,2 juta, dan pada 2024 bertambah sebanyak 1,2 juta SR.

"Jika role model bisnis ini berhasil, 2022 1,2 juta SR dan terus di tahun 2024 sehingga target 4,1 juta SR di 4 tahun ke depan bisa terpenuhi," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PGN jaringan gas
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top