Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menhub & Luhut Sepakat Pakai Test Covid-19 GeNose di Transportasi Umum

Menhub Budi dan Menko Luhut sepakat untuk menggunakan GeNose sebagai alat pendeteksi Covid-19 di simpul transportasi umum.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  16:39 WIB
Menhub & Luhut Sepakat Pakai Test Covid-19 GeNose di Transportasi Umum
GeNose. - Kemenristek
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mendorong penggunaan alat deteksi Covid-19 bernama GeNose di simpul-simpul transportasi umum seperti di stasiun kereta api, bandara, pelabuhan dan terminal.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan hal itu sesuai arahan Menkomarvest untuk mendorong penggunaan alat GeNose pada transportasi umum. Kemenhub telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Universitas Gadjah Mada, serta Satgas Penanganan Covid-19.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan akan segera ditindaklanjuti dengan surat persetujuan untuk penggunaan di simpul-simpul transportasi umum. Selanjutnya kemenhub akan membuat surat edaran kepada para operator transportasi,” ujarnya, Sabtu (23/1/2021).

Menhub menuturkan penggunaannya sudah dimulai pada 5 Februari 2021 pada stasiun KA terlebih dahulu, baru kemudian bertahap selanjutnya di bandara.

Sementara itu Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan alat GeNose ini telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kelebihan dari alat ini diantaranya bisa mendeteksi lebih cepat dan harga yang relatif lebih murah dengan akurasi di atas 90 persen.

Luhut menyarankan agar plastik yang digunakan pada alat ini dapat menggunakan bahan yang dapat didaur ulang agar lebih ramah lingkungan. Ke depannya akan diterapkan di semua area publik seperti di hotel, mal, di lingkungan masyarakat RT/RW.

Fia menjabarkan alat ini hanya seharga Rp62 juta dan harga per orangnya hanya dikenakan sekitar Rp20.000. Jika pemakaian lebih banyak tentu biayanya akan semakin turun dan nantinya alat ini akan terus dikembangkan sehingga mempunyai akurasi yang akan lebih tajam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top