Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pengumuman BI Rate Terbaru, Ini Dampak Ke Masyarakat

Sejauh ini posisi BI Rate yang dipatok Bank Sentral adalah yang paling rendah dalam 5 tahun terakhir, atau sebesar 3,75 persen.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  11:25 WIB
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia diproyeksi akan mempertahankan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate. Sejauh ini posisi BI Rate yang dipatok Bank Sentral adalah yang paling rendah dalam 5 tahun terakhir.

Sejak awal 2020, BI rate telah dipangkas sebanyak lima kali dari level 5 persen. Dalam dua kali pengumuman BI Rate terakhir, Bank Indonesia mempertahankan pada level 3,75 persen. 

Kira-kira apa saja dampak positif dan negatif suku bunga bank sentral yang rendah tersebut kepada masyarakat luas?

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia secara langsung akan berdampak kepada suku bunga kredit perbankan. Artinya debitur kredit pemilikan rumah (KPR) maupun jenis kredit lainnya bakal mendapatkan suku bunga yang lebih rendah. Pengajuan kredit baru pun berpotensi mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah.

Namun, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak serta merta langsung menurunkan suku bunga kredit. Selalu ada masa transisi sekitar sebulan sampai tiga bulan bagi bank untuk menurunkan bunga kreditnya.

Dalam satu kesempatan, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja sempat menjelaskan. Dia mengatakan bahwa bank juga perlu menjaga margin bunga dari deposito yang tengah berjalan.

Oleh karena itu setiap penurunan BI Rate tidak dapat langsung diserap oleh pasar. Lazimnya masa transisi itu membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, rata-rata suku bunga dasar kredit (SBDK) bank untuk KPR berada pada level 9 persen hingga 10 persen. Namun ada beberapa bank yang mematok SBDK KPR pada level kurang dari 9 persen atau bahkan menyentuh angka 6 persen.

Namun, pemangkasan suku bunga bank sentral berarti menurunkan bakal menurunkan bunga deposito. Biasanya, penurunan bunga deposito akan lebih cepat disesuaikan ketimbang bunga kredit.

Berdasarkan publikasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), per November 2020, suku bunga simpanan masih melanjutkan tren menurun. Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah (22 moving daily average) bank benchmark LPS pada akhir November 2020 turun 12 bps dibandingkan dengan akhir

Oktober 2020, atau menjadi 4,33 persen. Rata-rata suku bunga minimum terpantau turun -10 bps (3,64 persen), sedangkan suku bunga maksimum terpantau turun -13 bps (5,03 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kpr BI Rate
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top