Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daftar Calon CEO Lembaga SWF, dari Pandu Sjahrir hingga Tigor Siahaan

Pandu Patria Sjahrir, yang saat ini menjabat di beberapa posisi, termasuk Komisaris Utama Sea Group, disebutkan menjadi kandidat terkuat di antara nama lainnya.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  14:45 WIB
Pandu Patria Sjahrir. - Istimewa
Pandu Patria Sjahrir. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah nama calon pengisi jabatan pimpinan lembaga pengelola dana investasi Indonesia Investment Authority (INA) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) beredar.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (20/1/2021) setidaknya ada lima nama yang berada dalam daftar tersebut. Pemerintah diperkirakan mengumumkan pimpinan di lembaga baru tersebut pada bulan ini, kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Pandu Patria Sjahrir, yang saat ini menjabat di beberapa posisi, termasuk Komisaris Utama Sea Group, disebutkan menjadi kandidat terkuat di antara nama lainnya. Namun, keputusan final sampai saat ini belum diambil.

Selain Pandu, ada juga nama mantan Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman, Presiden Direktur PT Indika Energy Arsjad Rasjid, CEO PT Bank CIMB Niaga Tigor Siahaan, dan Presiden Direktur PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia Rizal Gozali.

Sebagai informasi, Pandu merupakan seorang investor terkemuka dan terkenal di industri teknologi Indonesia. Setelah mendapatkan gelar dari University of Chicago dan Stanford University Graduate School of Business, dia menjadi investor awal di startup lokal seperti Gojek.

Selain Indies Capital, Pandu juga menjabat sebagai ketua operasional Sea Ltd. di Indonesia dan anggota dewan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kementerian Keuangan menolak memberikan komentar terhadap informasi tersebut. Sementara, Bloomberg juga belum menerima tanggapan dari para nama-nama yang muncul sebagai calon pimpinan SWF.

Presiden Joko Widodo sendiri memiliki harapan lembaga ini bisa menjadi pendorong ekonomi negara dan mampu melawan dampak yang ditimbulkan oleh krisis pandemi.

Lembaga ini bakal memegang peran penting dalam mendanai proyek-proyek jumbo dari infrastruktur dan kesehatan, hingga pariwisata dan teknologi. SWF juga akan mengumpulkan investor domestik maupun global untuk berpartisipasi pada sub-pendanaan proyek-proyek tertentu.

Pemerintah Indonesia berencana untuk memulai lembaga ini pada 2021 dengan aset senilai US$5 miliar dan akan mencari investasi sekitar US$16 miliar pada tahap awal. Cyril Noerhadi, Chairman Creador Capital Group Indonesia, kemungkinan besar akan ditunjuk sebagai salah satu anggota dewan pengawas.

Berbeda dari lembaga pengelola investasi di beberapa negara maju, seperti Norwegia dan Singapura yang memiliki tugas untuk mengelola pendapatan dari sektor minyak atau cadangan devisa, INA didesain untuk menarik modal asing.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengatakan lembaga pengelola investasi anyar itu telah memperoleh miliaran dolar dalam bentuk jaminan dari AS dan Jepang sebelum mulai beroperasi tahun ini.

Pemerintah Jepang berkomitmen mendukung pendanaan senilai U$4 miliar melalui Bank Jepang untuk Kerja Sama Internasional, dua kali lipat jumlah yang dijanjikan oleh International Development Finance Corporation AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Luhut Pandjaitan Lembaga pengelola investasi SWF Indonesia Pandu Sjahrir

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top