Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menperin Lantik 12 Pimpinan Tinggi Madya, Ini Daftarnya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melantik sebanyak 12 Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Perindustrian.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  23:57 WIB
Pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini mampu membangun kerja sama dan saling bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dan dunia usaha.  - Kemenperin
Pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini mampu membangun kerja sama dan saling bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dan dunia usaha. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melantik sebanyak 12 Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Diharapkan para pejabat eselon 1 ini dapat terus mengakselerasi program dan kebijakan strategis dalam upaya pengembangan industri nasional agar lebih berdaya saing global, terutama di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya mengucapkan selamat bertugas, dan semoga saudara-saudara semua dapat mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dalam program prioritas industri nasional,” kata Agus melalui siaran pers, Selasa (19/1/2021).

Ke-12 pejabat yang dilantik, yakni

  1. Dody Widodo, Sekretaris Jenderal Kemenperin. Dody Widodo, yang sebelumnya bertugas sebagai Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), menggantikan Achmad Sigit Dwiwahjono yang telah memasuki masa purnabakti.
  2. Eko S.A Cahyanto, Dirjen KPAII. Eko sebelumnya adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).
  3. Arus Gunawan, Kepala BPSDMI. Arus sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal.
  4. Masrokhan Sulaiman, Irjen Kemenperin. Masrokhan sebelumnya sebagai Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Komunikasi.
  5. Abdul Rochim, dikukuhkan kembali sebagai Direktur Jenderal Industri Agro.
  6. Muhammad Khayam, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT).
  7. Taufiek Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)
  8. Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA).
  9. Doddy Rahadi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri. Unit kerja tersebut merupakan perubahan nomenklatur, yang sebelumnya adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI). Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2020 tentang Kementerian Perindustrian.
  10. Reni Yanita sebagai Staf Ahli Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0,
  11. Putu Juli Ardika sebagai Staf Ahli Bidang Pendalaman, Penyebaran, dan Pemerataan Industri
  12. Imam Haryono sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi.

“Saya mengharapkan para pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini mampu membangun kerja sama dan saling bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam melakukan pembinaan dan pengembangan industri serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Agus.

Agus optimistis pertumbuhan industri dan ekonomi pada tahun ini akan mencapai pada level yang positif atau ekspansif. Hal ini karena didukung dengan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 dan penerapan Undang-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja. Langkah strategis ini juga diyakini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

“Melihat berbagai macam data, industri manufaktur merupakan sektor terpenting bagi pertumbuhan ekonomi, dalam tiga sampai lima tahun terakhir secara rata-rata, sektor industri manufaktur memberikan kontribusi sebesar 19 persen dari PDB. Inilah pentingnya mendorong agar kebangkitan ekonomi nasional dimulai dari kebangkitan industri. Kita harapkan 2021 ini bisa lebih baik dan dapat keluar dari pandemi Covid-19,” kata Agus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin pejabat eselon
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top