Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKPM Bakal Paksa Investor Asing dan Lokal untuk Gandeng UMKM

Sejarah membuktikan UMKM berperan penting terhadap ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, kepala daerah harus mendukung kebijakan kolaborasi pengusaha besar dengan lokal.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  11:52 WIB
epala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan & Lawe-Lawe di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat siang (28/8/2020) -  Pertamina.
epala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan & Lawe-Lawe di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat siang (28/8/2020) - Pertamina.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mulai tegas kepada pengusaha besar baik itu dalam maupun luar negeri. Bagi mereka yang ingin investasi, harus melibatkan pelaku usaha lokal juga mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa sejarah membuktikan UMKM berperan penting terhadap ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, kepala daerah harus mendukung kebijakan kolaborasi pengusaha besar dengan lokal.

“UMKM telah memainkan peran untuk keluarkan Indonesia dari krisis ekonomi 1998. Sekarang kontribusi pertumbuhan ekonomi juga dirdorong UMKM dengan menyuplai 120 juta angkatan kerja dari 133 juta angkatan kerja di negara kita,” katanya saat sambutan tanda tangan kolaborasi, Senin (18/1/2021).

Bahlil menjelaskan bahwa sebagai langkah awal, sebesar Rp1,5 triliun investasi masuk dengan melibatkan UMKM. Sebanyak 56 pengusaha besar baik asing dan dalam negeri menandatangani kolaborasi dengan 196 UMKM.

Kebijakan ini, tambah Bahlil, ngeri-ngeri sedap. Alasannya masih ada pengusaha yang enggan dengan keputusan pemerintah.

“Ada pengusaha baik dan juga ada yang harus dibina. Kalau ada yang bilang BKPM agak sedikit kejam dengan urusan ini, ini semua untuk pemerataan,” jelasnya.

Kolaborasi juga sebagai upaya pemerataan ekonomi. Selain itu merupakan upaya berbenah dari pemerintah dan bentuk negara tidak bisa diatur oleh pengusaha.

“Pengusaha yang melakukan usaha di daerah akan melakukan komunikasi dengan baik untuk melibatkan teman-teman di daerah,” ucap Bahlil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm bkpm
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top