Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sawah Kurang Sehat, Petani Diimbau Pemupukan Berimbang

PT Petrokimia Gresik kembali mengimbau petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Perseroan menilai selain bermanfaat untuk keberlanjutan pertanian, pemupukan berimbang juga akan mengefisienkan penggunaan pupuk bersubsidi.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  16:41 WIB
Petani menabur pupuk pada tanaman padi di Aceh Besar, Aceh, Selasa (11/8/2020).  - ANTARA
Petani menabur pupuk pada tanaman padi di Aceh Besar, Aceh, Selasa (11/8/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — PT Petrokimia Gresik kembali mengimbau petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Perseroan menilai selain bermanfaat untuk keberlanjutan pertanian, pemupukan berimbang juga akan mengefisienkan penggunaan pupuk bersubsidi.

Adapun pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik untuk tanaman padi adalah menggunakan formula 5:3:2. Rinciannya 500 kilogram Petroganik, 300 kilogram NPK Phonska, dan 200 kilogram Urea untuk satu hektare lahan sawah. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan rekomendasi pemupukan berimbang ini sangat penting. Hal itu berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. 

Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah. 

“Sehingga rekomendasi ini adalah upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan, meningkatkan produktivitas tanaman, serta sekaligus memperbaiki kondisi tanah karena dalam rekomendasi pemupukan berimbang ini menggunakan pupuk organik Petroganik,” katanya melalui siaran pers, Jumat (15/1/2021). 

Kondisi ini, lanjut Dwi, disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang sehingga menyebabkan kandungan bahan organik tanah terdekomposisi dan semakin sedikit. 

Dia pun mengungkapkan bahwa, berdasarkan sejumlah penelitian dan kondisi di lapangan, masih banyak petani menggunakan pupuk Urea secara berlebihan atau tidak sesuai rekomendasi, yaitu lebih dari 400 kg per hektar sawah. Hal itu dikarenakan rerata petani menganggap semakin banyak penggunaan pupuk urea, tanaman akan semakin bagus. 

Padahal, pemupukan Urea terlalu banyak akan menjadikan tanaman sukulen sehingga lebih mudah terserang hama maupun penyakit. Selanjutnya dapat merusak kesuburan tanah, karena Urea terlalu banyak akan mengakibatkan tanah menjadi masam, yang mengakibatkan penyerapan unsur hara tertentu menjadi terhambat. 

Petrokimia Gresik sendiri telah bertahun-tahun menguji coba efektivitas pemupukan berimbang tersebut di berbagai daerah. Hasilnya, terdapat peningkatan produktivitas sebesar 1-2 ton gabah kering panen per hektar sawah. 

"Kami berharap rekomendasi pemupukan dari Petrokimia Gresik ini diadopsi oleh petani yang ada di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan membangun sustainable agriculture," ujar Dwi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk petrokimia gresik
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top