Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Necara Perdagangan 2020 Sentuh Surplus Tertinggi Sejak 2011

Tingginya surplus necara perdagangan pada 2020 ini disebabkan oleh kinerja impor yang terkontraksi jauh lebih dalam, yaitu -17,34 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  10:53 WIB
Foto udara kawasan New Priok Container Terminal, Jakarta. Bisnis
Foto udara kawasan New Priok Container Terminal, Jakarta. Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan pada 2020 yang mencapai US$21,74 miliar tertinggi sejak 2011.

“Kalau kita melacak ke belakang, neraca dagang ini tertinggi sejak 2011. Jadi, 2011 surplus perdagangan waktu itu US$26,06 miliar,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (15/1/2021).

Total nilai ekspor sepanjang 2020 mencapai US$163,31 miliar, mengalami penurunan sebesar 2,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Tingginya surplus necara perdagangan pada 2020 ini disebabkan oleh kinerja impor yang terkontraksi jauh lebih dalam, yaitu -17,34 persen, dengan nilai impor sebesar US$US$141,57 miliar.

Suhariyanto menjelaskan, permintaan yang turun selama masa pandemi Covid-19 menjadi penyebab turunnya kinerja ekspor.

“Kita tahu 2020 ini merupakan tahun luar biasa dengan adanya pandemi banyak permintaan turun, tapi dengan memperhatikan penurunan 2,61 persen, posisi kita tidak seburuk yang dibayangkan,” katanya.

Sementara, nilai impor yang cukup cukup dalam sebesar 17,34 persen, disumbang oleh penurunan impor mesin dan peralatan mekanis, serta mesin dan perlengkapan elektrik.

Berdasarkan barang, penurunan impor terjadi pada barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal, yang masing-masingnya tercatat turun 10,93 persen, 18,32 persen, dan 16,37 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan ekspor impor bps
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top