Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biaya Pokok Penyediaan Listrik 2020 Turun Rp41,91 Triliun, Ini Pemicunya

BPP listrik turun menjadi Rp317,12 triliun dari perkiraan awal sebesar Rp359,03 triliun.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  09:57 WIB
Warga memeriksa meteran listrik prabayar di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Warga memeriksa meteran listrik prabayar di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik sepanjang 2020 mengalami penurunan hingga Rp41,91 triliun. BPP listrik turun menjadi Rp317,12 triliun dari perkiraan awal sebesar Rp359,03 triliun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan bahwa penurunan tersebut didorong oleh adanya penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp37,51 triliun, yakni dari perkiraan semula Rp146,67 triliun turun menjadi Rp109,16 triliun.

Penghematan biaya bahan bakar tersebut didorong oleh adanya penurunan sejumlah energi primer, seperti harga minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP) dari US$63 per barel (asumsi APBN 2020) menjadi US$35 per barel.

Selain penurunan harga minyak, kata Rida, penghematan bahan bakar juga didorong oleh adanya implementasi harga gas khusus di pembangkit listrik. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 91K/12/MEM/2020, harga gas bumi untuk pembangkit listrik diturunkan menjadi rata-rata US$ 6 per MMBtu.

Dengan penyesuaian harga tersebut, asumsi harga gas turun dari US$8,39 per BBtu menjadi US$6,30 per BBtu.

"Dari Rp37,51 triliun penghematan belanja bahan bakar, 37 persennya atau Rp14 triliun itu karena capping harga gas. Itu besar sekali," ujar Rida dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (14/1/2021).

Dengan adanya penghematan ini beban subsidi listrik bisa ditekan, dari asumsi semula Rp54,79 triliun diperkirakan menjadi Rp51,84 triliun.

Penurunan BPP juga didorong oleh penurunan biaya administrasi, penyusutan, dan bunga, serta penurunan biaya pegawai dan pemeliharaan, yakni dari Rp124,87 triliun menjadi Rp97,55 triliun.

Sementara itu, biaya pembelian lisrik dari produsen listrik swasta dan sewa pembangkit mengalami peningkatan dari Rp108,4 triliun menjadi Rp110,42 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik tarif listrik
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top