Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Jokowi Suntik Vaksin, Menkeu Laporkan Perkembangan Pembentukan SWF

Setelah divaksin, Presiden ternyata melanjutkan pekerjaannya dan langsung bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang datang bersama Menteri BUMN Erick Thohir untuk melaporkan perkembangan pembentukan LPI.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  17:02 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Rapat tersebut membahas percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan Sumatera Utara. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Rapat tersebut membahas percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan Sumatera Utara. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19 di Tanah Air setelah izin penggunaannya diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Setelah divaksin, Presiden ternyata melanjutkan pekerjaannya dan langsung bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang datang bersama Menteri BUMN Erick Thohir

“[Presiden Jokowi] langsung menerima saya dan Menteri BUMN [Badan Usaha Milik Negara] @erickthohir melaporkan antara lain mengenai perkembangan pembentukan Sovereign Wealth Fund Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA),” tulisnya melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (13/1/2021).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa di teras Istana Merdeka, Presiden menceritakan proses vaksinasi Covid-19. Presiden merasa seperti suntik vaksin masa kecil.

“Beliau juga cerita yang grogi justru perawatnya yang agak gemetar, sehingga kapas alkohol sampai jatuh dua kali. Sehat selalu Bapak Presiden,” jelasnya.

Di sisi lain, Jokowi telah mengirim nama-nama calon dewan pengawas atau dewas SWF ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Penyerahan dilakukan setelah uji kelayakan dan kepatutan selesai dilakukan panitia seleksi.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin mengatakan bahwa surat tentang tiga calon dewas akan dibacakan saat rapat paripurna. Di legislatif, mereka tidak perlu uji kelayakan lagi

“Tidak perlu [uji kelayakan dan kepatutan] karena sifatnya konsultasi,” katanya saat dikonfirmasi Bisnis, Rabu (13/1/2021).

Azis menjelaskan bahwa setelah diterima nama-nama dewas, masih ada proses sebelum Presiden Jokowi menetapkan pengawas dari kalangan profesional tersebut.

“[Ditetapkan presiden] setelah melalui bamus [badan musyawarah] dan paripurna,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sri mulyani SWF Indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top