Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kim Jong Un Akui Kegagalan Ekonomi di Kongres Partai Berkuasa

Kongres Partai Buruh yang jarang digelar, terakhir pada 2016, telah menarik perhatian internasional karena diharapkan mengungkap rencana ekonomi lima tahunan dan membahas kebijakan luar negeri, dua minggu sebelum Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  11:43 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Hotel Marina Bay Sands di Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Hotel Marina Bay Sands di Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membuka kongres partai berkuasa dengan pengakuan atas kegagalan kebijakan dan janji untuk menyusun tujuan pembangunan baru.

Dilansir Channel News Asia, Kongres Partai Buruh yang jarang digelar, terakhir pada 2016, telah menarik perhatian internasional karena diharapkan mengungkap rencana ekonomi lima tahunan dan membahas kebijakan luar negeri, dua minggu sebelum Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat. Kongres dibuka kemarin di ibu kota dengan ribuan delegasi dan pengamat yang hadir.

Dalam pidato pembukaannya, Kim mengatakan negara itu telah mencapai kemenangan dengan meningkatkan kekuatan dan prestise globalnya sejak pertemuan terakhir, mengacu pada kemajuan militer yang mencapai puncaknya dalam uji coba rudal balistik antarbenua yang berhasil menyerang darata AS pada 2017.

Namun strategi ekonomi lima tahun yang dia tetapkan pada 2016 tidak terpenuhi di hampir semua bidang secara luas. "Korea Utara tidak boleh mengulangi pelajaran yang menyakitkan," kata Kim.

Korea Utara mengatakan akan menyusun rencana pembangunan lima tahun baru pada kongres yang sedang berlangsung. Kongres tahun ini diselenggarakan saat Kim menghadapi tantangan terberat dari pemerintahan sembilan tahunnya karena apa yang dia sebut krisis ganda, yakni ekonomi yang dipukul pandemi virus Corona, serentetan bencana alam musim panas lalu dan sanksi terus-menerus dari AS.

Korea Utara belum secara resmi mengonfirmasi kasus virus Corona, meskipun telah melaporkan ribuan dugaan kasus ke Organisasi Kesehatan Dunia.

Sumber kekhawatiran lain bagi Kim adalah pelantikan Presiden terpilih Joe Biden yang diperkirakan mempertahankan sanksi hukuman terhadap Korea Utara, kecuali Kim mengambil langkah signifikan menuju denuklirisasi.

Secara resmi, kongres adalah badan pembuat keputusan tertinggi partai, meskipun keputusan utama dibuat oleh Kim dan anggota lingkaran dalamnya. Kongres tersebut masih akan memberi Kim kesempatan untuk memperkuat otoritasnya dengan mengumumkan tujuan negara baru, menunjuk letnan setia ke posisi teratas dan menyerukan persatuan yang lebih kuat di belakang kepemimpinannya.

Penutupan perbatasan Korea Utara selama setahun dengan China, mitra dagang terbesarnya, untuk berjaga-jaga terhadap Covid-19 berdampak besar pada ekonominya yang sudah bermasalah.

Volume perdagangan bilateral anjlok sekitar 79 persen dalam 11 bulan pertama tahun lalu dari periode yang sama pada 2019, analis Song Jaeguk di Institut Riset Ekonomi IBK Seoul. PDB Korea Utara diperkirakan mengalami kontraksi 9,3 persen pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara kim jong un
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top