Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Dunia: Ekonomi Global 2021 Tumbuh 4 Persen, Vaksin dan Investasi jadi Kunci

Bank Dunia meyakini prioritas kebijakan dalam jangka dekat adalah mengontrol penyebaran virus corona dan menjamin vaksinasi secara cepat dan luas.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  23:58 WIB
Peserta berdiri di dekat logo Bank Dunia dalam rangkaian Pertemuan IMF - World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - Reuters/Johannes P. Christo
Peserta berdiri di dekat logo Bank Dunia dalam rangkaian Pertemuan IMF - World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - Reuters/Johannes P. Christo

Bisnis.com, JAKARTA - World Bank (Bank Dunia) memprediksi ekonomi global tumbuh 4 persen pada 2021 dengan asumsi vaksinasi Covid-19 dilakukan di banyak negara selama tahun ini.

Pemulihan ekonomi global, bagaimanapun, diperkirakan terjadi secara lemah, kecuali para pengambil kebijakan mengambil langkah tegas untuk menekan penyebaran Covid-19 dan mengimplementasikan reformasi peningkatan investasi.

Dalam Global Economic Prospects Januari 2021, World Bank menyatakan walaupun ekonomi global bakal kembali menggeliat setelah terkontraksi sebesar 4,3 persen pada 2020, pandemi telah merenggut banyak jiwa, menyeret banyak orang ke jurang kemiskinan, menekan aktivitas, serta memangkas pemasukan masyarakat dalam waktu yang lama.

Prioritas kebijakan dalam jangka dekat diyakini adalah mengontrol penyebaran virus corona dan menjamin vaksinasi secara cepat dan luas.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi, otoritas juga perlu memfasilitasi sebuah siklus re-investasi yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang tidak bergantung pada utang pemerintah.

"Saat ekonomi global terlihat pulih secara lambat, para pemangku kepentingan menghadapi tantangan besar pada sektor kesehatan masyarakat, manajemen utang, kebijakan anggaran, bank sentral, dan reformasi struktural, seiring dengan upaya untuk memastikan bahwa pemulihan global yang masih rapuh ini menjadi dasar pertumbuhan yang kuat," kata Presiden World Bank David Malpass dalam keterangan resmi, Selasa (5/1/2021).

David menambahkan untuk mengatasi dampak pandemi dan investasi yang terkontraksi, diperlukan sebuah dorongan kuat untuk memperbaiki lingkungan bisnis, meningkatkan serapan tenaga kerja, fleksibilitas pasar, dan memperkuat transparansi serta pemerintahan.

Kontraksi aktivitas ekonomi global pada 2020 diperkirakan lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya, terutama karena penurunan ekonomi di negara maju tidak terlalu dalam dan ekonomi China yang pulih lebih cepat.

Sebaliknya, gangguan pada aktivitas ekonomi di beberapa negara emerging market dan negara berkembang lebih parah dibandingkan dengan perkiraan.

"Sistem keuangan yang rapuh di beberapa negara, seiring dengan guncangan pertumbuhan pada konsumsi rumah tangga dan neraca bisnis, juga perlu ditangani," ujar Wakil Presiden dan Chief Economist World Bank Carmen Reinhart.

Outlook jangka pendek dipandang masih penuh dengan ketidakpastian. Dalam skenario pesimistis, pertumbuhan ekonomi global bisa saja hanya 1,6 persen pada tahun ini jika kasus positif Covid-19 terus meningkat dan vaksinasi dunia mengalami penundaan.

Sementara itu, dalam skenario optimistis dengan perkiraan penyebaran virus corona berhasil ditekan dan distribusi vaksin lebih cepat, ekonomi global bisa tumbuh mendekati 5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia ekonomi global Pertumbuhan Ekonomi Vaksin world bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top