Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bangun Properti Wajib Gunakan Bahan Dalam Negeri, Ini Catatan Apersi

Apersi menyambut baik pewajiban pemakaian bahan dari dalam negeri dalam pembangunan properti, tetapi terdapat sejumlah catatan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  16:47 WIB
Foto aerial kawasan perumahan subsidi di Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat./Bisnis.com - Nurul Hidayat
Foto aerial kawasan perumahan subsidi di Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat./Bisnis.com - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mendukung penggunaan barang produksi dalam negeri bagi proyek properti di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono akan mewajibkan penggunaan produk dalam negeri dalam proyek konstruksi dan properti mulai 2021. Dengan belanja produk dalam negeri ini dapat segera memulihkan ekonomi.

Sekretaris Jenderal DPP Apersi Daniel Djumali mengatakan pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung penggunaan barang produksi dalam negeri bagi proyek properti di seluruh Indonesia, khususnya bagi perumahan menengah bawah dan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Namun, hal itu tentu dengan catatan, harga dan kualitas yang baik dan terjangkau, bagi perumahan subsidi khususnya bagi konsumen MBR yang sangat membutuhkan rumah sejahtera tapak.

"Kami Apersi juga sudah bekerja sama misalnya dengan Asaki (Asosiasi Aneka Keramik Indonesia), Kenari Jaya, [produsen] aluminium, baja ringan, batako, semen dan lain sebagainya. Tentu produk dalam negeri harus kualitas baik dengan harga terjangkau," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (4/1/2020). 

Dia mengatakan sektor properti terutama perumahan menengah bawah cepat bangkit pada saat sektor lain terpuruk cukup berat pada masa pandemi ini.

Penerapan protokol kesehatan dan work from home membuat masyarakat mencari rumah yang nyaman bagi diri dan keluarganya.

"Penerapan kenormalan baru juga membuka peluang pasar bagi smart home, bagi masyarakat khususnya bagi milenial, guna mendukung program tuinggal dan kerja dari rumah," tuturnya.

Sektor properti terutama perumahan MBR merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja yang banyak terutama saat pandemi.

"Ini disebabkan sektor properti mempunyai dampak multiplilier effect yang luar biasa terhadap lebih 170 sektor industri terkait, termasuk penyerapan tenaga kerjanya," kata Daniel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top