Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manufaktur Ekspansif, Pengusaha Makin Optimistis

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari IHS Markit periode Desember 2020 kembali melaju menjadi 51,3 naik dari November 2020 yang berada di posisi 50,6.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  10:28 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari IHS Markit periode Desember 2020 kembali melaju menjadi 51,3 naik dari November 2020 yang berada di posisi 50,6.

IHS Markit menilai bulan terakhir pada 2020 itu telah menunjukkan perbaikan lebih lanjut pada kondisi bisnis di sektor manufaktur Indonesia. Pertumbuhan pesanan baru dipercepat, mengacu pada ekspansi lain pada output yang tergolong terrcepat kedua dalam sejarah survei hampir sepuluh tahun.

Direktur Ekonomi IHS Markit Andrew Harker mengatakan perusahaan Indonesia secara umum memiliki akhir positif untuk 2020, dengan data PMI terbaru menunjukkan kenaikan dua bulan berturut-turut pada output dan pesanan baru.

Meski begitu, Harker menyebut jalan masih panjang mengingat gangguan parah yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tetapi produsen tetap yakin dengan prospek tahun ini.

"Dari segi yang kurang positif, tingkat kapasitas begitu rendah sehingga terjadi penurunan ketenagakerjaan lebih lanjut, sementara gangguan rantai pasokan yang meluas menghambat upaya untuk mengamankan bahan baku. Perusahaan berharap bahwa area ini akan menunjukkan tanda-tanda peningkatan pada awal 2021," katanya melalui siaran pers, Senin (4/1/2021).

Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan bahwa masih ada kapasitas cadangan, mengarah pada penurunan ketenagakerjaan lebih lanjut. Hambatan pada rantai pasokan telah mengarah pada penundaan pengiriman dan peningkatan biaya input. Akibatnya, harga output juga naik dan sebagian besar hanya dalam waktu satu setengah tahun.

Data juga menunjukkan peningkatan produksi telah menjadi yang paling tinggi selama sepuluh bulan. Kondisi operasional didorong oleh peningkatan pesanan baru, yang naik selama dua bulan berjalan.

Anggota survei pun melaporkan tanda-tanda peningkatan permintaan karena gangguan pandemi telah menurun. Namun demikian, pesanan ekspor baru justru turun tajam.

Sisi lain, peningkatan output tercapai meskipun terjadi pengurangan ketenagakerjaan. Tingkat staf menurun selama sepuluh bulan berturut-turut, meskipun pada laju paling rendah pada periode kali ini.

Manufaktur di Indonesia tetap percaya diri bahwa output akan naik selama tahun mendatang, meskipun sentimen sedikit menurun pada Desember. Optimisme berpusat pada prediksi peningkatan pesanan baru lebih lanjut dan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan mereda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja manufaktur indeks manufaktur
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top