Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faisal Basri Minta Menpar Sandiaga Jangan Promosi Pariwisata Dulu. Kenapa?

Faisal juga menyarankan agar pemerintah tidak lagi memberikan stimulus berupa pelonggaran pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) di bandara dan diskon tiket pesawat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  12:19 WIB
Pengamat Ekonomi Faisal Basri di Jakarta, Kamis (9/11). - JIBI/Abdullah Azzam
Pengamat Ekonomi Faisal Basri di Jakarta, Kamis (9/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom senior dari Universitas Indonesia Faisal Basri meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menahan diri untuk mempromosikan sektor pariwisata.

Pasalnya, hingga kini kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Faisal pun menilai pemerintah belum sepenuhnya mampu menangani pagebluk, sehingga penambahan angka positif virus corona terus menanjak setiap hari.

Faisal mengatakan pemerintah lebih baik mempersiapkan infrastruktur yang pokok terlebih dahulu. Dengan demikian, saat pandemi mereda, sektor pariwisata lebih cepat proses pemulihannya.

“Tolong Pak Sandiaga jangan promosi pariwisata dulu. Siapkan infrastruktur yang pokok sehingga pasca-Covid, sektor pariwisata lebih cepat pemulihannya,” ujar Faisal dilansir Tempo.co, Minggu (3/1/2021).

Faisal mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah tatkala beberapa negara telah mampu menangani wabah dan menekan penyebaran virus corona. Saat ini di Indonesia, kasus aktif tercatat mencapai lebih dari 100.000 dengan penambahan pasien yang terinfeksi corona menyentuh 7.000 per hari.

Indonesia, ujar Faisal, mesti berkaca dari negara lain, seperti Iran, yang mampu menekan penyebaran wabah dari 500 kasus per hari menjadi 100 kasus per hari. Salah satu caranya, kata dia, pemerintah mesti konsisten menerapkan kebijakan dan mempercepat pengetesan.

“Pemerintah sekarang takut meningkatkan testing. Kemampuan testing hari libur cuma 20.000-an. Padahal India satu juta per hari,” tutur Faisal.

Menurut Faisal, pengetesan corona di Indonesia setidaknya membutuhkan 100.000 kali per hari.

Selain itu, Faisal menilai pemerintah mesti meminta bantuan negara lain untuk mendatangkan relawan, semisal dari Kuba. Faisal mencontohkan kini Eropa telah meminta bantuan negara tersebut. Relawan medis Kuba sebelumnya dikenal telah berpengalaman menangani kasus Ebola.

Bila pemerintah tak segera mampu menangani Covid-19, dia menyatakan kepercayaan wisatawan, khususnya turis asing, untuk datang rendah. “Sebelum pandemi saja confident-nya cuma 22 persen,” ucap Faisal.

Faisal juga menyarankan agar pemerintah tidak lagi memberikan stimulus berupa pelonggaran pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) di bandara dan diskon tiket pesawat. Alih-alih subsidi yang berdampak bagi penurunan harga tiket perjalanan, Faisal meminta pemerintah berfokus membantu UMKM pariwisata yang langsung terimbas pandemi.

Sandiaga Uno sebelumnya mengatakan pemerintah tetap menggencarkan kegiatan promosi wisata ke sejumlah negara sumber turis asing. Kegiatan promosi dilakukan secara virtual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata faisal basri kemenparekraf sandiaga uno

Sumber : Tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top