Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKK Migas Menanti Jawaban Eni Soal Proyek IDD Bulan Ini

Dalam proyek IDD, Chevron bertindak sebagai operator dan pemegang saham mayoritas sebesar 63 persen.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  18:46 WIB
Ilustrasi: Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Ilustrasi: Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi masih menanti jawaban dari Eni sebagai salah satu mitra potensial pengganti Chevron dalam proyek Indonesia Deepwater Development.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fataryani Abdurahman mengatakan bahwa hingga saat ini proyek tersebut masih dioperatori oleh Chevron Indonesia.

Dia mengaku bahwa pihaknya masih terus melakukan pendekatan dengan Chevron mengingat kontrak kerja sama yang akan berakhir pada 2027.

Chevron disebutkan bakal melepas pengelolaan proyek IDD dalam waktu dekat dan mitra strategis yang disebut paling potensial menggantikan Chevron dalam proyek tersebut adalah Eni.

"Eni masih bahas komersialnya. Harapannya Januari ada jawaban. Ini yang akan kita tunggu. Tetap tunggu pada 2021. Dengan harga minyak ada kecenderungan membaik, mudah-mudahan jawaban dari calon operator IDD akan cepat," katanya dalam paparannya baru-baru ini.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Eni merupakan salah satu mitra potensial yang dapat menggantikan Chevron dalam proyek IDD mengingat fasilitas milik Eni di Muara Bakau dan Merakes yang dapat diintegrasikan nantinya.

"Kami percaya jika alih kelola oleh Eni akan lebih baik dan efisien karena Eni sudah miliki fasilitas untuk diintegrasikan dengan IDD," ungkapnya.

Dalam proyek IDD, Chevron bertindak sebagai operator dan pemegang saham mayoritas sebesar 63 persen. Chevron menggarap proyek migas laut dalam ini bersama mitra perusahaan patungan lainnya, yakni Eni, Tip Top, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), serta para mitra di Muara Bakau.

Proyek ini nantinya menggabungkan empat lapangan, yakni lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, dan Gandang. Lapangan Gehem, Gendalo, dan Gandang masuk di Blok Ganal.

Adapun, Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001. Saat ini, Eni memiliki portofolio aset yang besar dalam eksplorasi, produksi, dan pengembangan.

Kegiatan produksi Eni terletak di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur dan lapangan Jangkrik di wilayah kerja Muara Bakau yang menghasilkan produksi lebih dari 600 MMscfd.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas idd
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top