Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Uang Beredar Masih Tinggi pada November, Kredit Minus Lagi

Posisi M2 tercatat sebesar Rp6.817,5 triliun atau tumbuh sebesar 12,2 persen secara tahunan (yoy) pada November 2020.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  11:35 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020. Ini didukung komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. 

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan bahwa posisi M2 tercatat sebesar Rp6.817,5 triliun atau tumbuh sebesar 12,2 persen secara tahunan (yoy). Realisasi tersebut relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,5 persen (yoy).

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan M1 yang melambat menjadi sebesar 15,8 persen yoy dari pertumbuhan pada Oktober 2020 sebesar 18,5 persen yoy, sejalan peredaran uang kartal dan simpanan giro rupiah yang melambat," katanya yang dikutip dari situs resmi BI, Rabu (30/12/2020).

Erwin menjelaskan bahwa pertumbuhan uang kuasi mengalami peningkatan, dari 10,7 persen secara yoy pada bulan sebelumnya menjadi 11,1 persen pada November.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada November didorong oleh peningkatan aktiva dalam negeri bersih di tengah perlambatan aktiva luar negeri bersih. 

Aktiva dalam negeri bersih tumbuh sebesar 12,9 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12 persen.

Perkembangan ini tambah Erwin, didorong oleh peningkatan pertumbuhan lainnya bersih terutama pembelian SBN oleh BI dan pertumbuhan ekspansi keuangan pemerintah yang masih tinggi.

Sementara itu, pertumbuhan kredit tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 1,7 persen. Capaian tersebut turun dibandingkan dengan pertumbuhan Oktober sebesar minus 0,9 persen sejalan dengan permintaan yang masih belum kuat.

"Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 10,3 persen pada November 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Oktober sebesar 13,9 persen," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kredit uang kartal uang beredar
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top