Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Bingung! Begini Cara Hitung Tarif Pajak Kendaraan

Dikutip dari Instagram resmi Humas Bapenda Jakarta pada Selasa (29/12/2020), berikut cara menghitung besaran atau tarif pajak kendaraan bermotor
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  15:55 WIB
Ilustrasi pajak kendaraan - Beritajakarta.com
Ilustrasi pajak kendaraan - Beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA - Tarif pajak kendaraan sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Dalam Perda tersebut sudah dijelaskan bahwa bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kerusakan jalan dan atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor. Penetapan besaran pajak kendaraan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ).

Bagi Anda yang masih penasaran dengan besaran pajak kendaraan, Anda bisa melakukan perhitungan pajak kendaraan secara sendiri. Dikutip dari Instagram resmi Humas Bapenda Jakarta pada Selasa (29/12/2020), berikut cara menghitung besaran atau tarif pajak kendaraan bermotor:

Untuk besaran SWDKLLJ kendaraan roda dua dan roda empat sudah ditetapkan, masing-masing sebesar Rp35.000 dan Rp143.000.

Jika kendaraan yang Anda miliki merupakan kendaraan pertama, maka perhitungannya yaitu tarif pajak sebesar 2 persen dikalikan NJKB dikalikan bobot koefisien kendaraan dan ditambah dengan SWDKLLJ .

Misalkan, motor Ninja 250SL dengan NJKB sebesar Rp32.800.000, maka perhitungannya sebagai berikut:
Tarif Pajak Kendaraan Bermotor: 2% x 32.800.000 x 1 (koefisien kendaraan) = Rp656.000.

Maka, tarif pajak kendaraan tersebut sebesar Rp820.000. Sementara itu, untuk pajak tahunan jumlah tersebut ditambahkan dengan SWDKLLJ Rp35.000. Dengan demikian, total pajak yang harus dibayarkan yakni sebesar Rp691.000.

Adapun, untuk kendaraan kedua maka cara perhitungannya yaitu dikenakan tarif pajak progresif kendaraan kedua sebesar 2,5 persen dikalikan NJKB dikalikan koefisien kendaraan dan ditambah dengan SWDKLLJ.

Misalkan, motor Ninja 250SL dengan NJKB sebesar Rp32.800.000, maka perhitungannya sebagai berikut:
Tarif Pajak Kendaraan Bermotor: 2,5% x 32.800.000 x 1 (koefisien kendaraan) = Rp820.000.

Maka, tarif pajak kendaraan tersebut sebesar Rp820.000. Sedangkan untuk pajak tahunan jumlah tersebut ditambahkan dengan SWDKLLJ Rp35.000, sehingga total pajak yang harus dibayarkan yakni sebesar Rp855.000.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak pajak kendaraan bermotor Samsat
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top