Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perjanjian Dagang Brexit Diteken, Pebisnis Minta Tenggang Waktu

Meskipun kesepakatan tersebut telah menghilangkan prospek tarif dan kuota yang mahal untuk barang-barang, tetapi masih ada banyak perubahan dari standar perizinan baru hingga persyaratan dokumen yang harus diselesaikan pelaku usaha di Inggris.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  17:11 WIB
Ilustrasi brexit - Reuters
Ilustrasi brexit - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Menyikapi perjanjian dagang yang telah disepakati antara Inggris dan Uni Eropa, para pebisnis Britania Raya menyatakan perlu masa tenggang untuk penyesuaian.

"Kami membutuhkan konfirmasi segera atas masa tenggang untuk melancarkan segala hal mulai dari data hingga aturan asal barang, dan kami perlu memastikan bahwa kami dapat terus memindahkan barang melintasi perbatasan," kata Tony Danker, Direktur Jenderal Konfederasi Industri Inggris, dilansir Bloomberg, Senin (28/12/2020).

Meskipun kesepakatan tersebut telah menghilangkan prospek tarif dan kuota yang mahal untuk barang-barang, masih ada banyak perubahan dari standar perizinan baru hingga persyaratan dokumen. Pandemi Covid-19 juga membuat persiapan menjadi lebih menantang.

Grup bisnis lain yang mencakup sektor dari manufaktur mobil hingga perusahaan kecil juga ikut mempertimbangkan masa tenggang.

"Periode fase sangat penting untuk membantu bisnis di kedua sisi beradaptasi dan upaya sekarang harus dipertahankan untuk memastikan implementasi yang mulus," kata Mike Hawes, kepala eksekutif Society for Motor Manufacturers and Traders.

Kepala Eksekutif Grup Lobi Manufaktur Make UK Stephen Phipson menyerukan periode penyesuaian mengutip kekhawatiran tentang dampak virus Corona.

"Bahkan tanpa pandemi, kredibilitas yang semakin besar akan semakin menguat untuk meyakini bahwa perusahaan yang mengekspor barang senilai ratusan miliar poundsterling setiap tahun dapat beradaptasi dengan model perdagangan yang berbeda secara fundamental hanya dalam satu minggu kerja," katanya.

Sementara itu, Institute of Directors mengatakan dukungan pemerintah akan membantu perusahaan beradaptasi. Direktur Jenderal Jonathan Geldart mengatakan perubahan harus dilakukan secara bertahap.

Hal yang sama juga dikatakan Mike Cherry, ketua Federasi Bisnis Kecil. Cherry mengatakan UMKM membutuhkan dukungan nyata dan terarah, termasuk voucher transisi 3.000 poundsterling (US$4.000) yang dapat digunakan untuk pelatihan guna mengarahkan hubungan perdagangan baru dengan pasar ekspor terbesar Inggris.

Adam Marshall, Direktur Jenderal Kamar Dagang Inggris, mengatakan periode penyesuaian seharusnya tidak sulit untuk diberikan karena itu normal untuk perjanjian perdagangan bebas yang akan datang dengan langkah-langkah bertahap.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Brexit
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top