Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Biomedis Melonjak, Manufaktur Singapura Tumbuh 17,9 Persen

Produksi manufaktur biomedis tumbuh 40,6 persen pada November yoy, sebagian besar disebabkan oleh ekspansi 50,8 persen di segmen obat-obatan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  15:25 WIB
Warga Singapura bersepeda di dekat patung Marlion -  Bloomberg
Warga Singapura bersepeda di dekat patung Marlion - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi sektor manufaktur Singapura naik 17,9 persen secara tahunan pada November 2020 didorong oleh biomedis dan elektronik.

Dilansir Channel News Asia, Kamis (24/12/2020), Dewan Pengembangan Ekonomi (EDB) mengatakan di luar manufaktur biomedis, output industri meningkat 14 persen.

Kenaikan kembali produksi manufaktur pada November menyusul penurunan year-on-year (yoy) sebesar 0,8 persen pada Oktober, yang dipengaruhi oleh penurunan transportasi.

Dalam skala bulanan yang disesuaikan secara musiman, output manufaktur naik 7,2 persen pada November. Jika tidak memasukkan manufaktur biomedis, output tumbuh 6 persen.

Produksi manufaktur biomedis tumbuh 40,6 persen pada November dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebagian besar disebabkan oleh ekspansi 50,8 persen di segmen obat-obatan.

Segmen teknologi medis juga tumbuh 22,7 persen dengan permintaan ekspor yang lebih tinggi untuk perangkat medis.

Dalam kelompok elektronik, produksi meningkat 34,9 persen pada November dari tahun sebelumnya, dengan semua segmen mencatat pertumbuhan output kecuali infokomunikasi dan elektronik konsumen.

Secara khusus, segmen semikonduktor tumbuh 40,9 persen, didukung oleh permintaan dari pasar 5G dan basis produksi yang rendah dari tahun lalu.

Sektor produksi bahan kimia tumbuh 10,1 persen tahun-ke-tahun, didorong oleh kenaikan 25,1 persen di segmen petrokimia yang berkembang dari titik terendah tahun lalu karena penutupan pemeliharaan pabrik.

Sementara itu, segmen spesialisasi meningkat 8,9 persen dengan produksi gas industri dan aditif minyak mineral yang lebih tinggi.

Segmen bahan kimia dan minyak bumi lainnya masing-masing berkontraksi 2 persen dan 31,7 persen, karena permintaan tetap lemah di tengah situasi Covid-19.

Output juga tumbuh untuk rekayasa presisi dengan peningkatan 7,3 persen dibandingkan tahun lalu. Segmen mesin dan sistem tumbuh 9,4 persen dengan output peralatan semikonduktor yang lebih tinggi. Modul presisi dan segmen komponen naik 2,8 persen karena produksi instrumen optik dan komponen presisi logam yang lebih tinggi.

Di antara klaster yang mengalami kontraksi, output transportasi turun paling dalam sebesar 29,5 persen yoy pada November.

Segmen darat tumbuh 31,8 persen dengan output suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor yang lebih tinggi, tetapi hal ini diimbangi dengan penurunan pada segmen teknik kelautan dan lepas pantai serta dirgantara.

Tingkat aktivitas di perusahaan kedirgantaraan dan galangan kapal tetap rendah karena pesanan baru dipengaruhi oleh pembatasan perjalanan dan pasar minyak dan gas global yang lemah.

Output juga menurun di kelompok manufaktur umum, dengan penurunan 13,3 persen tahun ke tahun dengan semua segmen mencatat penurunan produksi.

Segmen makanan, minuman dan tembakau turun 14 persen karena penurunan produksi produk minuman dan susu bubuk.

Industri lain-lain dan segmen percetakan masing-masing turun 10,7 persen dan 19,6 persen, karena industri percetakan terus mengalami permintaan yang lemah untuk produk-produk terkait konstruksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur singapura ekonomi singapura

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top