Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tambah Kapasitas, Mayora Sebut Pabrik Kopi di Filipina Sudah Beroperasi

PT Mayora Indah Tbk. menyebut pabrik kopi di Filipina saat ini sudah beroperasi. Pabrik tersebut diklaim baru berkapasitas terbatas dan akan terus dikembangkan ke depannya.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  13:58 WIB
Dalam upaya menjaga aktivitas sektor manufaktur makanan dan minuman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Mayora Indah Tbk di Jl Jayanti 1 di Balaraja, Tangerang, Banten (18/9/2020).  - Kemenperin
Dalam upaya menjaga aktivitas sektor manufaktur makanan dan minuman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Mayora Indah Tbk di Jl Jayanti 1 di Balaraja, Tangerang, Banten (18/9/2020). - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mayora Indah Tbk. menyebut pabrik kopi di Filipina saat ini sudah beroperasi. Pabrik tersebut diklaim baru berkapasitas terbatas dan akan terus dikembangkan ke depannya.

Direktur Keuangan Mayora Indah Hendik Polisar mengatakan pabrik di Filipina sudah berjalan dengan lancar meski masih dalam kapasitas kecil. Pabrik tersebut masuk dalam anak perusahaan Torabika sehingga tidak mengganggu total konsolidasi perseroan.

"Jadi tahun ini modal [capex] memang cukup besar yakni Rp2 triliun dan sudah digunakan Rp1,8 triliun dengan alokasi pembangunan pabrik torabika dan ekspansi untuk produk wafer serta biskuit yang seluruhnya akan memberi kapasitas tambahan sebesar 20 persen," katanya dalam paparan publik virtual, Rabu (23/12/2020).

Adapun hingga tahun lalu, polemik SSG (special safeguard) menjadi salah satu kendala ekspor kopi kemasan Mayora. Bahkan, pada 2018 Mayora merugi US$16 juta akibat kebijakan SSG Filipina. Terlebih, ekspor ke Filipina memiliki porsi 25%—30% terhadap total ekspor produk perseroan.

Untuk itu, demi mempermudah akses pasarnya ke negara tersebut, Mayora pun merencanakan investasi membangun pabrik senilai US$50-US$70 juta di negara tersebut. Mayora pun merupakan pemasok kopi kemasan ke Filipina terbesar dari Indonesia.

Global Marketing Director Mayora Indah Ricky Afrianto pernah mengatakan produk kopi kemasan MYOR memiliki pangsa pasar sebesar 45% di Filipina. Pendirian pabrik tersebut diperkirakan mengambil porsi sekitar 10%-15% dari penjualan ekspor ke Filipina.

Adapun perseroan memang tengah fokus memperkuat penetrasi di negara-negara tetangga. Empat negara tujuan ekspor Mayora Indah di Asean saat ini yaitu Filipina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Namun, perseroan juga membidik perluasan volume ekspor di tiga negara lain yaitu Myanmar, Kamboja, dan Laos.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi mayora
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top