Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Menyerang, Produksi Panca Budi Masih Terbang

Performa industri plastik hilir pada tahun ini merosot jauh. Namun demikian, PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) menyatakan masih mencatatkan pertumbuhan produksi sepanjang 2020.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  08:36 WIB
Kantong plastik merk Tomat, salah satu produk PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID). Istimewa
Kantong plastik merk Tomat, salah satu produk PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Performa industri plastik hilir pada tahun ini merosot jauh. Namun, PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) menyatakan masih mencatatkan pertumbuhan produksi sepanjang 2020.

Direktur PBID Lukman Hakim mengatakan volume produksi sepanjang 2020 akan meningkat sekitar 4,76 persen secara tahunan menjadi sekitar 110.000 ton. Lukman menyatakan akan menjaga momentum tersebut untuk berlanjut pada 2021.

"[Tahun depan] naik 10-15 persen by value, maksudnya itu pertumbuhan dari perhitungan gabungan volume dan nilai produksi," katanya kepada Bisnis, Senin (21/12/2020).

Lukman menyatakan salah satu strategi yang akan dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan adalah diversifikasi sumber bahan baku. Seperti diketahui, salah satu tantangan utama industri plastik hilir selama pandemi adalah ketersediaan bahan baku.

Lukman berujar sejauh ini pihaknya telah memiliki kerja sama dengan lebih dari 20 pemasok bahan baku. Dengan demikian, perseroan dapat mendapatkan bahan baku dengan harga yang kompetitif.

Adapun, komposisi asal bahan baku diproyeksi masih akan sama pada 2021, yakni 50:50 antara bahan baku lokal dan impor. Namun demikian, komposisi tersebut dapat bergeser sesuai dengan harga masing-masing produsen bahan baku.

Lukman menyampaikan pihaknya pada semester II/2020 akan melakukan diversifikasi produk selain kantong plastik. Oleh karena itu, volume produksi kemasan seperti dus kue dan kertas nasi akan naik sekitar 10 persen pada akhir 2020.

Di sisi lain, margin perseroan akan meningkat pada tahun ini. Pasalnya, harga bahan baku industri plastik saat ini turun lantaran harga minyak bumi dunia anjlok ke kisaran US$38-US$41 per barel dari posisi awal tahun di sekitar level US$60 per barel pada awal 2020.

Lukman mengatakan peningkatan permintaan plastik food grade didorong oleh peningkatan permintaan pada industri makanan siap saji daring. Dengan demikian, perseroan masih optimistis target pertumbuhan produksi pada akhir tahun akan tercapai.

"Sehubungan dengan banyaknya penjualan daring food delivery yang menggunakan packaging, kami [akan] meningkatkan segmen pasar daring food delivery [pada semester II/2020]," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plastik Panca Budi Idaman
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top