Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggaran Kesehatan Turun, Faisal Basri: Kesehatan Bukan Prioritas Utama Pemerintah

Faisal Basri menyayangkan anggaran kesehatan yang dipangkas dari Rp212,5 triliun di 2020 menjadi Rp169,7 triliun pada 2021. Padahal, Indonesia harus menghadapi situasi pandemi yang masih berlanjut tahun depan
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  13:15 WIB
Pengamat Ekonomi Faisal Basri memaparkan materinya pada seminar Prediksi Ekonomi 2018: Economy and Capital Market Outlook 2018 dengan tema At The Crossroad, di Jakarta, Kamis (9/11). - JIBI/Abdullah Azzam
Pengamat Ekonomi Faisal Basri memaparkan materinya pada seminar Prediksi Ekonomi 2018: Economy and Capital Market Outlook 2018 dengan tema At The Crossroad, di Jakarta, Kamis (9/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Senior Indef Faisal Basri menyoroti anggaran kesehatan dalam APBN 2021 yang turun dibandingkan dengan anggaran tahun anggaran 2021.

Faisal menyayangkan anggaran kesehatan yang dipangkas dari Rp212,5 triliun di 2020 menjadi Rp169,7 triliun pada 2021. Padahal, Indonesia harus menghadapi situasi pandemi yang masih berlanjut tahun depan

"Mengapa pemerintah akhirnya menurunkan anggaran kesehatan buat 2021? Anggaran kesehatan itu turun dr Rp212,5 triliun jadi Rp169,7 triliun di tengah primary health masih babak belur," katanya, Jumat (18/12/2021).

Sementara di sisi lain, pemerintah menetapkan anggran untuk belanja infrastruktur sebesar Rp414 triliun untuk tahun depan. Jumlah ini naik signifikan jika dibandingkan dengan anggaran pada 2020 sebesar Rp281,2 triliun.

Menurutnya, anggaran belanja infrastruktur yang besar tersebut seharusnya bisa dialihkan ke belanja kesehatan yang jauh lebih mendesak.

"Jadi kesehatan memang nomor dua, tidak ada komitmen [pemerintah]," ujarnya.

Meski mengalami penurunan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyampaikan anggaran kesehatan tetap dialokasikan cukup besar, yakni mencapai 6,2 persen dari APBN tahun 2021. Ini jauh di atas amanat UU Kesehatan sebesar 5 persen dari APBN.

Desain belanja pemerintah pada 2021 juga telah difokuskan pada kelanjutan penanganan pandemi, termasuk untuk program vaksinasi.

"Fokus pertama adalah mendukung kelanjutan penanganan pandemi," katanya.

Sebagai gambaran, dalam struktur APBN 2021, anggaran pendidikan tetap menjadi alokasi terbesar, yaitu sebesar Rp550 triliun atau 20 persen dari total belanja negara.

Di samping itu, belanja untuk perlindungan sosial kata Sri Mulyani juga tetap menjadi prioritas pemerintah pada tahun depan, dengan anggran mencapai Rp408,8 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn faisal basri anggaran kesehatan Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top