Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Perlambatan Berlanjut, Ekspor November Turun Secara Tahunan

Kinerja ekspor semen per November kembali menujukkan tren penurunan volume sejak September 2020. Namun demikian, volume ekspor sepanjang 2020 diramalkan akan jauh lebih tinggi dari realisasi 2019.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  18:07 WIB
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2).  - BISNIS.COm
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2). - BISNIS.COm

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja ekspor semen per November kembali menujukkan tren penurunan volume sejak September 2020. Namun demikian, volume ekspor sepanjang 2020 diramalkan akan jauh lebih tinggi dari realisasi 2019.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata volume ekspor per November hanya mencapai 678.000 ton atau terkoreksi 0,29 persen secara tahunan. Adapun, realisasi ekspor per November lebih rendah sekitar 38,63 persen dari realisasi Oktober 2020.

"Melambat [pertumbuhan ekspor sejak September] karena musim hujan. Jadi, banyak [pengapalan semen dan klinker] terhambat di tempat tujuan atau pemuatan barang di sini," kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso kepada Bisnis, Kamis (17/12/2020).

Widodo meramalkan volume ekspor sepanjang 2020 akan menyentuh level 9,2 juta ton atau naik sekitar 43,75 persen secara tahunan. Dengan kata lain, volume ekspor pada Desember 2020 harus mencapai 600.000 ton.

Adapun, Widodo menilai pertumbuhan coume ekspor pada 2021 akan melambat secara signifikan. Menurutnya, volume ekspor pada 2021 hanya akna mencapai 10 juta ton atau tumbuh sekitar 8,6 persen dari target akhir 2020.

"Makin lama, makin susah [meingkatkan performa ekspor] karena sudah optimum kemampuannya. Jadi perkiraan kami 10 juta ton, syukur bisa tambah,"ucapnya.

ASI mendata China mendominasi permintaan semen lokal di pasar ekspor hingga 40 persen. Adapun, Bangladesh tepat di belakang Negeri Panda dengan kontribusi 30 persen, sedangkan di peringkat tiga adalah Australia sebesar 12 persen.

Selain itu, produk ekspor tersebut ditopang oleh pabrikan di Pulau Jawa atau sekitar 53,77 persen dari total ekspor. Seperti diketahui, ada 11 pabrikan semen di Pulau Jawa yang dimiliki oleh PT Semen Indonesia Tbk., PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. PT Sinar Rambang Arhalestari, PT Cemindo Gemilang, PT Jui Shin Indonesia, dan PT Semen Jawa (Siam Cement Group).

Selain menyalip konsumsi domestik Pulau Sumatera, pabrikan semen di Pulau Sulawesi juga menyalip performa ekspor pabrikan di Tanah Andalas. Pabrikan semen di Pulau Celebes berkontribusi hingga 20,17 persen dari total ekspor Januari-Oktober 2020 atau hingga 1,22 juta ton.

Hanya ada tiga pabrikan semen di Pulau Sulawesi, yakni PT Semen Bosowa, PT Semen Tonasa, dan PT Conch Cement Indonesia. Ketiga pabrikan tersebut memiliki total kapasitas terpasang hingga 13,8 juta ton per tahun dengan kondisi over supply pada 2019 hingga 55,97 persen


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri semen Ekspor Manufaktur
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top