Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Properti Diyakini Lebih Baik Tahun Depan

Para pengembang mulai menaikkan target pendapatan prapenjualan tahun depan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  17:45 WIB
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Para pengembang bersiap menyongsong 2021 dengan meyakini bahwa tahun depan sektor properti yang akan lebih baik dibandingkan dengan tahun ini.

Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho mengatakan bahwa pihaknya meyakini kondisi properti tahun depan akan lebih baik daripada tahun ini.

Paramount Land menargetkan marketing sales atau prapenjualan pada 2021 mencapai Rp2,6 triliun, naik dari target tahun ini yang sebesar Rp2,2 triliun.

"Target 2021 itu sebesar Rp2,6 triliun marketing sales. Kami pengembang besar skala kota, setiap market kami siapkan," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia memperkirakan penjualan terbesar tahun depan masih berasal dari produk-produk di Gading Serpong dan sebagian kecil dari Semarang. Adapun, segmen pasar yang diambil oleh perusahaan tahun depan yakni  segmen menengah dan menengah atas.

Paramount Land akan terus meluncurkan produk baru meliputi segmen hunian dan komersial. Tahun depan perusahaan properti ini akan meluncurkan empat produk baru di Gading Serpong.

"Harga Rp2,5 miliar hingga Rp3,5 miliar akan kami siapkan. Harga sgeitu juga cukup laku, contohnya Nara Village. Harga Rp1 miliar hingga Rp1 miliar juga kami siapkan.”

PT Lippo Karawaci Tbk. (LKPR) juga optimistis dengan kondisi properti tahun depan dengan membidik pendapatan prapenjualan sebesar Rp3,5 triliun.

CEO Lippo Karawaci John Riyadi mengatakan bahwa target marketing sales tahun depan sebesar Rp3,5 triliun meningkat dari tahun ini yang sebesar Rp2,5 triliun.

Perusahaan telah mencapai target marketing sales tahun ini pada akhir Oktober.

"Kondisi bisnis properti akan kembali bersinar didorong oleh daya beli dan tingkat kepemilikan rumah dalam 2 tahun hingga 5 tahun ke depan. Ini juga didukung tingkat suku bunga Bank Indonesia dalam tren yang rendah," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengembang properti marketing sales
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top