Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerapan Teknologi EOR kok Harus Menunggu Harga Migas Membaik?

Dari 128 cekungan yang dimiliki Indonesia, baru sekitar 20 cekungan—30 cekungan terbukti yang telah diproduksi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  13:19 WIB
Ilustrasi: Alat pengebor minyak bumi - Antara
Ilustrasi: Alat pengebor minyak bumi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tengah menunggu harga minyak mentah dunia membaik untuk menerapkan teknologi enhanced oil recovery di lapangan-lapangan minyak dan gas bumi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan bahwa penerapan teknologi adalah sebagai salah satu tahapan yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan produksi siap jadi atau lifting minyak 1 juta barel pada 2030.

Penerapan teknologi dalam industri migas adalah EOR. Namun, penerapan teknologi EOR sangat tergantung pada situasi harga minyak dunia dan cadangan minyak di suatu lapangan migas.

Menurutnya, pemerintah telah mengidentifikasi beberapa lapangan yang berpotensi diterapkan teknologi EOR.

"Kami sedang menunggu harga minyak cukup baik untuk menerapkan EOR," katanya dalam sebuah webinar, Senin (14/12/2020).

Selain penerapan teknologi, tahapan lain yang dilakukan pemerintah dalam mencapai target 1 jutal barel minyak pada 2030 adalah mempercepat reserve to production. Pemerintah melalui SKK Migas telah memiliki daftar proyek yang bakal dikebut.

Ego mengatakan bahwa di antara proyek-proyek tersebut terdapat empat proyek strategis nasional (PSN) yang prosesnya tengah digenjot yakni proyek Jambaran Tiung Biru, proyek IDD, proyek Tangguh Train 3, dan proyek Blok Masela.

"Karena industri migas ini tahapan eksplorasi, eksploitasi, dan dalam skala komersial itu skalanya cukup panjang, tugas kami adalah mempercepat proses ini," jelasnya.

Ego menambahkan bahwa tahapan lainnya yang ditempuh pemerintah adalah melakukan kegiatan eksplorasi secara masif. Pasalnya, dari 128 cekungan yang dimiliki Indonesia, baru sekitar 20 cekungan—30 cekungan terbukti yang telah diproduksi.

Menurutnya, masih terdapat sekitar 68 cekungan yang belum pernah dieksplorasi hingga saat ini. Untuk itu, pemerintah berupaya untuk mengumpulkan data-data seismik tersebut.

"Nah ini tentunya target dari pada kita melakukan eksplorasi secara masif, bagaimana kita melakukan eksplorasi secara masif tentunya kita melakukan survei seismik," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eor lapangan migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top