Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: UMKM Harus Jadi Tuan Rumah di Negara Sendiri

Jokowi mengatakan meningkatkan transaksi perdagangan online harus dimanfaatkan oleh Pelaku UMKM untuk membanjiri marketplace dengan produk-produk lokal.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  17:03 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap program Bangga Produk Indonesia menjadi momentum pengembangan industri dalam negeri, khususnya sektor industri kreatif.

Jokowi mengatakan perdagangan daring terus berkembang dan harus menjadi peluang bagi pelaku industri di Indonesia untuk memasarkan produknya lebih masif.

“Kita akan terus memperbaiki ekosistem berusaha bagi para pelaku industri kreatif, kita harus ciptakan lebih banyak peluang bagi industri dalam negeri untuk makin berkembang,” kata Jokowi saat menyampaikan sambutan untuk Anugerah Bangga Buatan Indonesia Tahun 2020 yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/12/2020).

Jokowi tak menampik bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini, transaksi perdagangan offline turun drastis. Namun, transaksi perdagangan online justru tumbuh signifikan.

Menurutnya, peluang tersebut harus dapat dimanfaatkan oleh Pelaku UMKM untuk membanjiri marketplace dengan produk-produk lokal.

"Jangan sampai perdagangan online didominasi oleh pembelian produk-produk impor, jangan sampai marketplace yang ada dimanfaatkan oleh produk industri kreatif global. Produk-produk UMKM Indonesia harus jadi tuan rumah di negaranya sendiri dan membanjiri marketplace dengan produk-produk yang berkualitas dan kompetitif," ujarnya.

Jokowi menambahkan bahwa dengan program percepatan transformasi digital industri kreatif lokal seharusnya bisa merebut pasar global dan mampu bersaing dengan negara-negara lain dan menjadi duta dan branding yang dikenal masyarakat internasional.

Lebih lanjut, Kepala Negara menilai Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, memiliki daya beli yang terus meningkat.

Namun demikian, potensi tersebut jangan sampai dimanfaatkan oleh negara lain untuk memasarkan produk mereka.

Walhasil, dia mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bangga, mencintai, membeli, dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri.

Hal itu, kata Jokowi, akan membantu menekan defisit transaksi berjalan dan akan membuat industri kreatif nasional berkembang cepat dan pesat.

“Hal ini akan berdampak sangat besar bagi perekonomian Indonesia. Rantai pasok yang panjang akan membuka industri turunan terutama sektor UMKM dan akan membuka lapangan kerja baru yang semakin banyak dan berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Dia pun menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi lain yakni pelaku industri kreatif seperti fesyen, kuliner, kriya, film, musik, animasi, dan gems, sangat mumpuni untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan bersaing.

Jadi, program Bangga Buatan Indonesia juga harus dijalankan bersamaan dengan gerakan peningkatan kualitas dan daya saing.

“Dua gerakan harus dilakukan secara bersama melalui pengembangan ekosistem dan rasa percaya diri sebagai bangsa yang besar yang mencintai negerinya,” kata Jokowi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi umkm industri kreatif marketplace
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top