Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi, Korea Selatan Fokus ke Industri Hijau dan Digital

Lee Hyoung-il, Direktur Jenderal di Biro Kebijakan Kementerian Keuangan mengatakan pemerintah sedang menyusun daftar prioritas industri yang akan meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi, sambil memanfaatkan pemulihan pandemi yang lebih cepat dari perkiraan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  12:42 WIB
Deretan apartemen di Seoul, Korea Selatan. - Bloomberg
Deretan apartemen di Seoul, Korea Selatan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Selatan akan fokus pada industri hijau dan digital untuk meningkatkan posisinya di ekonomi global.

Lee Hyoung-il, Direktur Jenderal di Biro Kebijakan Kementerian Keuangan mengatakan pemerintah sedang menyusun daftar prioritas industri yang akan meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi, sambil memanfaatkan pemulihan pandemi yang lebih cepat dari perkiraan.

"Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk membangun kembali ekonomi menjadi ekonomi yang memimpin yang lain. Menjadi digital dan hijau adalah intinya,” katanya, dilansir Bloomberg, Kamis (3/12/2020).

Lee menambahkan, mobil listrik, biohealth, sistem semikonduktor dan industri rendah emisi karbon adalah beberapa sektor yang akan menjadi fokus pemerintah untuk terus maju.

Komentar Lee mencerminkan kesadaran yang berkembang di antara pembuat kebijakan global dan perusahaan bahwa ekonomi pascapandemi harus fokus pada upaya memerangi perubahan iklim dan memastikan keberlanjutan bisnis.

Korea Selatan sejauh ini berhasil mencegah kontraksi mendalam yang diderita oleh negara-negara ekonomi besar berkat upaya karantina yang membuat penguncian ketat tidak diperlukan. Selain itu juga didorong ekspor teknologi seperti permintaan chip memori yang tumbuh selama pandemi.

Namun, ekonomi diproyeksikan menyusut 1,1 persen tahun ini dan telah kehilangan ratusan ribu pekerjaan hampir setiap bulan. Pukulan akibat pandemi dapat berlangsung di luar siklus ekonomi normal seperti yang terlihat setelah krisis keuangan Asia 1990-an dan krisis kredit global 2008.

"Perekonomian yang terpukul selalu kembali hanya setengah jalan daripada sepenuhnya. Kami tidak ingin membiarkannya terjadi kali ini," kata Lee.

Ditanya tentang perkiraan pertumbuhan PDB tahun depan yang merupakan komponen utama dari prospek kebijakan, dia menolak memberikan perkiraan tetapi mencatat konsensus yang tumbuh sekitar 3 persen di antara lembaga ekonomi lainnya.

Gubernur Bank of Korea Lee Ju-yeol mengatakan pekan lalu ekonomi mungkin akan tumbuh 3 persen tahun depan asalkan perdagangan global kembali bersama dengan investasi.

Data terbaru telah meningkatkan optimisme atas pemulihan Korea Selatan, dengan ekspor dan aktivitas manufaktur membukukan kenaikan yang kuat dan pertumbuhan kuartal ketiga terbukti lebih kuat dari perkiraan pertama.

Sementara konsumsi masih tertinggal dari pemulihan secara keseluruhan, penetrasi seluler dan broadband Korea yang tinggi telah membantu membatasi pukulan virus corona pada pengeluaran rumah tangga seiring berkembangnya platform online dan seluler.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi korea selatan ekonomi digital pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top