Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Korea Selatan tumbuh lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal lalu karena investasi yang lebih besar mendorong negara itu pulih dari keterpurukan akibat pandemi.
Dilansir Bloomberg, Selasa (1/12/2020), Bank of Korea (BOK) melaporkan revisi produk domestik bruto naik 2,1 persen pada kuartal ketiga dari tiga bulan sebelumya. Perkiraan pada kuartal lalu yakni pertumbuhan 1,9 persen.
Revisi tersebut muncul setelah bank sentral pekan lalu menaikkan perkiraannya untuk setahun penuh, memproyeksikan kontraksi 1,1 persen yang kurang lebih kecil dari yang terlihat pada Agustus. Lebih banyak investasi dan konstruksi adalah di antara alasan bank sentral menaikkan angka proyeksi pertumbuhan.
Ekspor Korea Selatan telah pulih dalam beberapa bulan terakhir, karena permintaan terkait Covid meningkatkan penjualan teknologinya. Selain itu, ekonomi di China, mitra dagang terbesarnya, terus mendapatkan momentum.
Menurut perkiraan ekonom sebelum data resmi akan dirilis hari ini, ekspor kemungkinan naik 7,5 persen pada November dari tahun sebelumnya, kenaikan terbesar sejak 2018,
Pada kuartal lalu, ekonomi Korea Selatan mengalami kontraksi sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.