Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Tengah Pemblokiran, China Akan Izinkan Kargo Batu Bara Australia Merapat

Menurut perusahaan intelijen data Kpler, baru-baru ini dua kapal lainnya yakni Dong-A Eos dan Dong-A Astrea menyelesaikan pembongkaran batu bara Australia di pelabuhan Jingtang, sedangkan kapal ketiga yakni Dong-A Oknos, sedang dalam proses.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  11:27 WIB
Ilustrasi - Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Ilustrasi - Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - China akan mengizinkan pengiriman batu bara Australia ke negara itu. Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, larangan impor masih tetap ada karena ketegangan antara Beijing dan Canberra meningkat.

Dilansir Bloomberg, Kamis (3/12/2020), kargo dengan muatan 135.000 ton batu bara termal Australia di kapal Alpha Era, yang telah menunggu hampir enam bulan untuk dibongkar di pelabuhan Fangchenggang di China selatan, diperkirakan akan melewati bea cukai dan menuju pengguna lokal.

Menurut perusahaan intelijen data Kpler, baru-baru ini dua kapal lainnya yakni Dong-A Eos dan Dong-A Astrea menyelesaikan pembongkaran batu bara Australia di pelabuhan Jingtang, sedangkan kapal ketiga yakni Dong-A Oknos, sedang dalam proses.

Tidak jelas apakah kargo tersebut juga akan dikeluarkan oleh bea cukai dan masih belum pasti apakah pembongkaran tersebut merupakan pengecualian untuk memenuhi permintaan tertentu, atau menjadi sinyal tentang pemblokiran impor batu bara Australia ke China secara lebih luas.

Kapal-kapal itu adalah bagian dari lebih dari 50 kapal yang telah menunggu setidaknya sebulan untuk menurunkan batu bara dari Australia. Hal tersebut terjadi karena batubara termal berjangka China melonjak ke rekor penutupan tertinggi setelah pemeriksaan keamanan di tambang domestik membatasi pasokan.

"Kecepatan kenaikan harga batu bara domestik di China sampai batas tertentu akan menentukan seberapa cepat kami dapat mengharapkan lebih banyak pengiriman batu bara Australia akan habis," kata Monica Zhu, analis curah kering di Kpler, dilansir Bloomberg.

Harga batu bara kokas China juga melonjak ke level tertinggi empat tahun setelah wabah Covid-19 memperlambat penyeberangan perbatasan dari Mongolia, berdampak pada truk yang membawa material tersebut.

Juru bicara Grup Pelabuhan Tangshan, yang mengoperasikan terminal Jingtang, dan Grup Pelabuhan Teluk Beibu, yang mengoperasikan fasilitas Fangchenggang, menolak berkomentar. Bea Cukai China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

China telah memasukkan sejumlah besar komoditas dan bahan makanan Australia ke dalam daftar hitam, meningkatkan ketegangan antara dua mitra dagang yang telah memburuk sejak Huawei Technologies Co. dilarang membangun jaringan 5G Australia pada 2018. Pembangkit listrik dan pabrik baja China diperintahkan untuk berhenti menggunakan batu bara Australia dan pelabuhan diinstruksikan untuk tidak membongkar bahan bakar.

"Ketegangan perdagangan China-Australia akan segera mencapai puncaknya, kami yakin, karena mereka telah menaikkan harga komoditas global utama kepada konsumen China," kata analis senior Bloomberg Intelligence Daniel Kang dalam catatannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china batu bara australia
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top