Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Pesan Sri Mulyani Buat Pelaku Industri Migas

Menkeu Sri Mulyani memberikan pesan khusus kepada pelaku industri minyak dan gas bumi pada situasi yang tidak pasti ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  13:33 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kepada pelaku industri minyak dan gas bumi agar lebih efisien di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian saat ini.

Sri Mulyani mengatakan, industri migas tidak hanya menghadapi ketidakpastian berupa resesi dunia maupun yang berkaitan dengan politik, tetapi juga persaingan dengan sumber daya terbarukan lainnya.

"Jadi, agar industri migas bisa terus relevan, Anda harus bisa efisien. Ini semua yang saya inginkan agar kita semua memiliki visi yang sama tentang bagaimana kita akan meningkatkan kinerja industri migas di masa depan," katanya dalam sambutannya di acara 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas, Rabu (02/12/2020).

Dia menambahkan, untuk produksi migas saat ini, pemerintah benar-benar harus memastikan bahwa akan ada efisiensi, mengingat perubahan yang tidak tetap dari harga migas. Namun di saat yang sama, pihaknya juga ingin mendorong SKK Migas serta industri untuk terus melakukan eksplorasi.

Dia mengungkapkan, hal itu pada dasarnya tidak mudah untuk dilakukan, terlebih dengan proyeksi harga minyak yang juga belum pulih dengan cepat. Untuk itu, harus ada kebijakan yang tepat terkait dengan mendorong eksplorasi.

"Tapi eksplorasi ini bisa dilakukan dengan teknologi serta dukungan pemerintah," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pemerintah menggunakan perangkat fiskal agar dapat mendukung seluruh siklus bisnis industri migas, mulai dari eksplorasi hingga produksi. Insentif yang diberikan dari situs fiskal yaitu termasuk pengurangan pajak penghasilan yang akan kami turunkan dari 25 persen menjadi 22 persen atau 20 persen dalam dua tahun ke depan.

Sri Mulyani menambahkan, pemerintah memberikan dukungan melalui pembebasan, yaitu pembebasan bea masuk bandara dan berbagai fasilitas lainnya di kawasan ekonomi khusus. Untuk meminimalisasikan hambatan, pemerintah juga memberikan keleluasaan kepada kontraktor untuk memilih antara, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Kontrak Bagi Hasil yang berdasarkan pada cost recovery atau gross split.

Selain upaya tersebut, kata Sri Mulyani, pada tahun ini, Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 140 yang akan menderegulasi bisnis industri hulu. Peraturan tersebut berfokus pada beberapa pengaturan utama mengenai penggunaan Barang Milik Negara.

"Ini semua adalah upaya yang terus kami upayakan agar kami dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghasilkan lebih banyak minyak dan gas," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas sri mulyani
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top