Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Akhir Tahun, Bisnis Perhotelan di Australia Bangkit Kembali

Bisnis perhotelan di Australia mulai bangkit kembali, ditandai dengan pemesanan yang meningkat menjelang akhir tahun ini.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 November 2020  |  00:26 WIB
Pemandangan Kota Hobart, Tasmania, Australia./Bloomberg - Chris Crerar
Pemandangan Kota Hobart, Tasmania, Australia./Bloomberg - Chris Crerar

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor perhotelan di Australia mengalami pertumbuhan pemesanan sebesar 40 persen pada kuartal IV/2020.

Asia Marketing & Communications Colliers International Danielle Paterson mengatakan pertumbuhan industri perhotelan pada kuartal IV/2020 mulai terjadi di Hobart, ibu kota negara bagian Tasmania.

"Industri perhotelan mulai mengalami tren pertumbuban secara perlahan pada kuartal IV 2020. Dan ini untuk Asia Pasifik mulai terjadi di Hobart," ungkapnya melalui keterangan tertulis pada Jumat (27/11/2020).

Pertumbuhan industri perhotelan di Hobart terjadi karena telah dibukanya kembali sejumlah perbatasan negara bagian di kota tersebut.

Tren pertumbuhan menonjol di Hobart Australia terjadi pada kuartal IV/2020 dengan pada Oktober lalu, pemesanan hotel melonjak mencapai 40 persen dalam sebulan.

"Tren pertumbuhan pemesanan hotel ini kami perkirakan akan terus berlanjut hingga November menjelang puncak musim pariwisata," tuturnya.

Pertumbuhan pemesanan hotel ini juga terjadi kota lainnya di Australia, yakni Melbourne, Sydney, dan Brisbane.

Danielle Paterson menuturkan untuk proyeksi 2021, akan cukup menantang di mana tren pertumbuhan perhotelan ini tentu saja akan sangat bergantung pada strategi pemerintah dalam menangani kasus Covid-19.

Selain itu, kembali pulihnya industri sektor pariwisata juga akan menjadi daya tarik investasi perhotelan jangka panjang di negara tersebut.

Executive Director, Head of Hotels & Leisure Asia Colliers International Govinda Singh menuturkan prospek ekonomi global diperkirakan akan tetap lemah dalam waktu dekat mengingat ketidakpastian dan risiko gelombang baru Covid-19 yang sedang berlangsung. Namun, pengumuman vaksin yang diharapkan dapat tersedia secara luas pada akhir kuartal I/2021.

"Pengumuman vaksin yang diharapkan tersedia secara luas pada akhir kuartal 1 tahun 2021, dikombinasikan dengan track dan trace, dapat memberikan optimisme dan kembali ke setidaknya 70 persen ekonomi pada pertengahan 2021," ucap Govinda.

Dia meyakini industri perhotelan tetap dapat pulih. Syaratnya, tak ada lagi penerapan lockdown atau karantina wilayah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhotelan australia
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top