Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SMF Siapkan Dana Konstruksi, Ini Harapan Pengembang

PT SMF berencana memberikan kredit konstruksi untuk pengembang mulai tahun depan. Berikut ini sejumlah harapan pengembang berkaitan dengan rencana yang dipandang sebagai langkah positif itu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 27 November 2020  |  14:48 WIB
Pembangunan perumahan bersubsidi di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat./Antara - Fakhri Hermansyah
Pembangunan perumahan bersubsidi di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat./Antara - Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Para pengembang properti berharap besaran bunga kredit konstruksi yang berasal dari PT Sarana Multigriya Financial tak double digit.

Namun demikian, para pengembang menyambut baik perluasan mandat PT Sarana Multigriya Financial (SMF) yang nantinya dapat memberikan kredit konstruksi kepada para pengembang menengah ke bawah pada tahun depan.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan langkah SMF memberikan kredit konstruksi kepada para pengembang menengah ke bawah ini sangat baik. Namun, dia berharap apabila penyaluran kreditnya melalui perbankan, margin untuk bank jangan terlalu besar.

Menurutnya, lebih baik SMF bekerja sama dengan kalangan asuransi sehingga margin yang diambil tak terlalu tinggi.

"Di perbankan kredit konstruksi yang diberikan bunganya 12 persen hingga 13 persen. Pandemi saat ini membuat NPL [non-performing loan]-nya menjadi sangat tinggi karena bunganya tinggi," ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (27/11/2020).

Bunga yang tinggi, lanjutnya, menekan para pengembang rumah sederhana yang kebanyakan merupakan UMKM. Hal ini berbeda dengan pengembang besar yang juga masuk dalam pembangunan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) karena sudah menikmati bunga yang single digit.

"Semestinya yang pengembang UMKM ini bunganya tidak tinggi agar bisa mendorong UMKM ini tumbuh," kata Totok.

Sekjen DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana SMF memberikan kredit konstruksi untuk pengembang perumahan menengah ke bawah.

Terlebih diperkirakan pasar rumah menengah kebawah khususnya bagi MBR dan millenial diperkirakan bangkit lebih dulu serta diperkirakan bergairah lagi tahun depan.

"Yang lebih penting lagi agar persyaratan bisa memudahkan dan melancarkan bagi pengembang rumah menengah bawah, milenial dan MBR bisa memperoleh rumah idamannya, serta mendukung work from home, smart home sesuai dengan protokol kesehatan," ucapnya.

Di tengah pandemi Covid-19, kredit konstruksi yang berasal dari perbankan banyak menambah persyaratan terutama dari sisi resiko usaha maupun mengurangi NPL. Persyaratan dari segi risiko usaha, jenis usaha, maupun risiko mengurangi NPL perbankan.

"Seharusnya kredit konstruksi perumahan menengah bawah dan khususnya MBR, tingkat suku bunganya lebih rendah dari kredit komersial umumnya," ujar Daniel.

Ketua Umum Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya Andre Bangsawan menuturkan SMF akan memberikan kredit konstruksi kepada para pengembang properti mulai 2021 merupakan kabar baik bagi pengembang/devoloper di Indonesia, khususnya yang membangun rumah bersubsidi.

“Bila pihak SMF menjalankan dengan profesional, pasti dapat membantu target pemerintah melalui Kementrian PUPR khusus program sejuta rumah tercapai. Saya merasa senang dengan adanya pemberian kredit konstruksi untuk pengembang menengah ke bawah," tuturnya.

Menurut Andrfe, pengajuan kredit konstruksi oleh pengembang selama berkas pensyaratan terpenuhi tidak sulit. Namun demikian, dia berharap agar bunga konstruksi yang cukup tinggi sebaiknya diturunkan.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda berpendapat saat ini para pengembang menengah ke bawah tengah kesulitan karena dana yang terbatas di tengah pandemi ini.

"Untuk pengembang menengah ke bawah memang banyak yang kolaps, penjualan rumah menengah ke bawah terutama untuk MBR ini sangat sedikit karena orang-orang di kalangan ini memilih untuk menyimpan uang, akibat PHK maupun pemotongan upah," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan smf kredit konstruksi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top