Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKP Hentikan Sementara Penerbitan Surat Penetapan Ekspor Benih Lobster

Surat penyetopan SPWP terbit setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2020  |  14:33 WIB
Upaya pengawasan tata kelola lobster akan diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha. - KKP
Upaya pengawasan tata kelola lobster akan diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha. - KKP

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara penerbitan surat penetapan waktu pengeluaran atau SPWP untuk ekspor benih bening lobster.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor B. 22891/PJPT/PI.130/XI/2020 tertanggal Kamis, 26 November 2020.

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar mengkonfirmasi bahwa kementerian memang akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekspor benih lobster. “Akan kami evaluasi,” katanya, dikutip dari tempo.co, Kamis (26/11/ 2020).

Dalam surat itu disebutkan kementerian akan memperbaiki tata kelola benih bening lobster (BBL) seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/Permen-KP/2020 di wilayah pengelolaan perikanan. Kementerian ini juga akan mempertimbangkan proses revisi beleid tersebut.

“Terhitung surat edaran ini ditetapkan, penerbitan SPWP dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” begitu isi surat ini.

Bagi perusahaan yang memiliki BBL dan masih tersimpan di packing house, KKP memberikan waktu ekspor hingga Jumat, 27 November. 

Surat penyetopan SPWP terbit setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka. Menteri KKP yang telah mengundurkan diri itu terjerat dugaan kasus suap izin usaha perikanan. Bersama Edhy, enam orang lainnya turut ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik Chandra Astan mengatakan pengusaha akan menanggung potensi kerugian atas investasi yang telah dikeluarkan.

“Ada investasi yang sudah meluncur yang saat ini jumlahnya sudah 50.000 nelayan. Potensi kerugian pasti ada karena investasi tidak akan mungkin kembali dalam waktu dekat,” ucapnya.

Candra berharap program ekspor benih lobster ditata kembali oleh KKP dengan tujuan yang baik. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengaburkan tujuan program ekspor sebenarnya yakni kesejahteraan nelayan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kkp benih lobster

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top