Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Defisit APBN 2021 Dipatok 5,7 Persen, Sri Mulyani: Arah Konsolidasi Fiskal Terukur

Defisit pada 2021 ini lebih kecil jika dibandingkan dengan defisit 6,34 persen pada 2020 menggambarkan arah konsolidasi fiskal terukur dan bertahap, walau tetap ekspansif.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 November 2020  |  12:38 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menetapkan defisit APBN tahun anggaran 2021 mencapai 5,7 persen atau sebesar Rp1.006,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan meski masih mengalami pelebaran, defisit pada 2021 ini lebih kecil jika dibandingkan dengan defisit di 2020 yang sebesar 6,34 persen atau Rp1.039 triliun.

"Hal ini menggambarkan arah konsolidasi fiskal terukur dan bertahap, walau tetap ekspansif," katanya dalam acara Penyerahan DIPA dan Dana Transfer Tahun 2021 oleh Presiden RI, Rabu (25/11/2020).

Adapun pada APBN 2021, pemerintah menetapkan belanja sebesar Rp2.705 triliun, dengan alokasi kepada 87 Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp1.032 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, belanja pemerintah tersebut akan difokuskan pada kelanjutan penanganan Covid-19, vaksinasi, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi.

Selain itu, alokasi transfer ke daerah dan desa ditetapkan sebesar Rp795,5 triliun. Hal ini guna mendorong pemerintah daerah untuk mendukung pemulihan ekonomi, serta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di daerah.

Pihaknya mendorong komitmen dan tanggung jawab seluruh kementerian dan lembaga (K/L) dan pemerintah daerah, sebagai pengguna anggaran agar penggunaannya tepat sasaran dan mendukung pemulihan ekonomi.

"Disipilin fiskal dan efektivitas APBN sangat penting untuk mengembalikan kesehatan APBN dan hanya dapat diwujudkan dengan komitemn dan tanggung jawab seluruh K/L dan pemda," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn defisit fiskal
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top