Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INACA: Insentif Airport Tax, Efektif Dongkrak Jumlah Penumpang

INACA menilai insentif pembebasan airport tax bisa menjadi salah satu daya tarik masyarakat kembali melakukan perjalanan via udara.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 November 2020  |  09:16 WIB
Sejumlah penumpang berada di konter check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah penumpang berada di konter check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia National Air Carriers Association (INACA) berharap insentif pemerintah berupa pembebasan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau airport tax/passenger service charge (PSC) yang masih berlaku hingga akhir tahun ini bisa mendongkrak pertumbuhan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan tarif yang lebih murah akibat kebijakan pemangkasan PSC dapat menjadi salah satu daya tarik masyarakat kembali bergerak dan berlibur di wilayah domestik pada natal dan tahun baru.

“Masih ada PSC sampai 31 Desember 2020 sebagai salah satu strategi meringankan biaya dari kegiatan transportasi sedangkan yang lainnya terus mencoba memberikan kepercayaan kepada masyarakat supaya prosedur kesehatan diterapkan secara benar,” kata Denon, Senin (23/11/2020).

Dia pun mengharapkan dengan adanya insentif tersebut, lonjakan penumpang akhir tahun juga dapat ditangani dengan baik oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).Salah satunya dengan memulai proses digitalisasi pemeriksaan hasil tes kesehatan.

Denon menekankan guna mengantisipasi lonjakan penumpang di nataru jangan sampai jumlah petugas KKP kurang sehingga antrean penumpang verifikasi hasil rapid test berlangsung lebih lama dan mengular. Pasalnya jika hal tersebut kembali terjadi operator bandara dan maskapai akan menjadi pihak yang kembali disorot dan disalahkan.

Denon juga mengapresiasi saat ini pemeriksaan kartu Health Alert Card (HAC) sudah dapat dilakukan secara elektronik. Dia mengharapkan hal tersebut dapat berlanjut untuk pemeriksaan hasil rapid test. Penyelenggara rapid test sebaiknya sudah menerapkan penggunaan QR code dalam menyeleksi hasil rapid test penumpang supaya prosesnya berlangsung lebih cepat dan efisien.

“KKP Segera migrasi ke digital. Akhir tahun ini sudah saya ingatkan kalau masih manual, akan kewalahan bandara besar seperti di Bandara Soekarno-Hatta, Yogyakarta, dan lainnya. Kalau pun masih manual petugas KKP harus bisa diperbanyak. karena sudah pasti libur panjang nanti antrean panjang dan jadi percuma kalau menumpuk lagi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan inaca
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top