Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia dan AS Jajaki Penguatan Perdagangan untuk 5 Tahun ke Depan

Pembahasan tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Arlinda dan Undersecretary US Department of Commerce Joe Semsar pada pertemuan yang berlangsung di KBRI Washington DC, AS, pada Selasa (17/11) waktu Washington.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 November 2020  |  13:25 WIB
Menko Marves RI Luhut Panjaitan dan Presiden Donald Trump di White House Washington DC, Selasa, (17/11/2020). - Istimewa
Menko Marves RI Luhut Panjaitan dan Presiden Donald Trump di White House Washington DC, Selasa, (17/11/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dan Amerika Serikat membahas kemungkinan penyusunan rencana aksi bersama untuk memperkuat hubungan perdagangan di antara kedua negara dalam lima tahun ke depan.

Pembahasan tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Arlinda dan Undersecretary US Department of Commerce Joe Semsar pada pertemuan yang berlangsung di KBRI Washington DC, AS, pada Selasa (17/11) waktu Washington DC.

Pada 2019, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$27,11 miliar. Jumlah ini ditargetkan menjadi US$60 miliar.

Gagasan ini sebelumnya pernah diangkat pada 2019, namun belum ditindaklanjuti karena kedua pihak fokus pada penyelesaian isu Generalized Systems of Preference (GSP).

“Kedua pihak akan mengidentifikasi langkah konkret dan quick win untuk dikembangkan bersama. Selain itu, USDOC terbuka untuk berbagi best practices bidang perdagangan di AS, antara lain dalam hal promosi ekspor dan berbagi informasi mengenai perdagangan digital,” ungkap Arlinda dalam siaran pers, Sabtu (21/11/2020).

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Delegasi RI (Delri) ke AS pada 16–17 November 2020 yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejumlah agenda dalam pertemuan tersebut, termasuk pembahasan tindak lanjut keputusan GSP dan eksplorasi langkah peningkatan perdagangan dua arah.

Di masa pandemi ini, ekspor perdagangan ke AS tetap terjaga. Ini ditunjukkan oleh surplus perdagangan bagi Indonesia di periode Januari–September 2020 sebesar US$7,24 miliar, atau naik 16,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam lima tahun terakhir (2015–2019), neraca perdagangan Indonesia selalu surplus terhadap AS dengan tren 4,68 persen.

Pada 2019, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$8,58 miliar atau meningkat 3,86 persen dari neraca tahun 2018 dengan US$8,26 miliar. Pada 2019, ekspor utama Indonesia ke AS antara lain udang beku, karet alam, alas kaki, ban, produk tekstil, dan ban. Sedangkan impor utama Indonesia dari AS antara lain kedelai, kapas, serta gandum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan amerika serikat kementerian perdagangan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top