Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos Garuda Indonesia: Status Pesanan Boeing 737 MAX Masih Aktif

Dirut Garuda Indonesia memastikan kontrak pesanan 49 unit Boeing 737 MAX masih aktif dan akan menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai izin terbangnya di Indonesia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 November 2020  |  14:20 WIB
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) memastikan pesanan 49 unit Boeing 737 MAX 8 masih aktif dan belum dibatalkan kendati pesawat jenis tersebut sempat selama 20 bulan dilarang terbang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan belum membatalkan kontrak pembelian pesawat tersebut dari pihak Boeing Co. hingga menerima kejelasan terkait dengan operasional penerbangannya.

Dia memastikan status kontraknya masih belum adanya pembatalan hingga kini. Adapun, jadwal pengiriman pesawat tersebut juga belum dapat dipastikan menyusul adanya larangan terbang untuk jenis tersebut di Indoesia.

“Kami tunggu konfirmasi yang lebih jelas. Namun secara kontrak masih on,” kata Irfan, Kamis (19/11/2020).

Irfan diketahui juga sedang menanti perkembangan usai adanya kabar pencabutan larangan terbang Boeing 737 MAX oleh otoritas penerbangan Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA).

Menurutnya, penerbangan kembali menggunakan Boeing 737 MAX merupakan upaya yang tidak mudah. Terlebih, kepercayaan penumpang menjadi isu utama dalam masalah ini.

“Kami tunggu saja perkembangan lanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangannya kepada otoritas Bursa Efek Indonesia maskapai pelat merah tersebut menandatangani perjanjian pembelian dengan Boeing untuk pembelian 50 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 pada 12 September 2014.

Perseroan sudah menerima satu unit pesawat yang saat ini kondisinya masih dikandangkan.

Hingga kuartal III/2020, emiten berkode saham GIAA pun memiliki sisa 49 unit yang masih belum dikirim oleh Boeing dengan rencana jadwal pengiriman yang belum dapat dipastikan menyusul adanya insiden yang menimpa pesawat Boeing 737 MAX 8.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat Garuda Indonesia boeing boeing 737
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top