Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Harga Vaksin Covid-19, Bio Farma Hadapi Masalah Data

Skema komersialisasi vaksin Covid-19 di dalam negeri akan melalui dua jalur, yakni jalur mandiri dan jalur subsidi. Oleh karena itu, data kesehatan nasional menjadi penting agar distribusi vaksin Covid-19 efisien.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 November 2020  |  19:19 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) menyatakan harga jual vaksin Covid-19 di setiap negara tergantung pada political will pemerintahan negara tersebut. Adapun, perseroan menilai harga vaksin Covid-19 yang akan dijual di dalam negeri tergolong murah.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan skema komersialisasi vaksin Covid-19 di dalam negeri akan melalui dua jalur, yakni jalur mandiri dan jalur subsidi. Oleh karena itu, data kesehatan nasional menjadi penting agar distribusi vaksin Covid-19 efisien.

"Kami mengalami kendala karena ada [data kesehatan versi] BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan kementerian lainnya. Pada saat kami mau menentukan siapa yang berhak mendapatkan vaksin gratis ini perlu ada datanya," ucapnya dalam Konferensi Pers Pengawalan BPoM Terhadap Vaksin Covid-19, Kamis (19/11/2020).

Honesti menyatakan keberadaan data kesehatan nasional juga akan berguna pada program nasional selanjutnya, seperti kemandirian industri kesehatan nasional. Menurutnya, keberadaan data tersebut akan memudahkan industri farmasi dan alat kesehatan dalam melakuan perencanaan berdasar sebaran penyakit.

Namun, Honesti menekankan data tersebut hanya boleh dimiliki oleh pemerintah. Pasalnya, data tersebut akan erat hubungannya dengan data kependudukan. "Kalau ada satu data yang benar, program-program pemerintah dalam bidang kesehatan, terutama untuk membentuk health security, akan lebih managable."

Honesti menargetkan untuk menyediakan vaksin Covid-19 sebanyak 340 juta dosisi untuk 170 juta orang pada 2021. Sementara itu, Bio Farma harus memproduksi sekitar 1 juta dosis per hari, sedangkan kapasitas produksi pabrikan hanya mampu mencapai 250 juta dosis per tahun.

Dengan kata lain, Bio Farma masih defisit kapasitas sekitar 90 juta dosis per tahun. Oleh karena itu, Honesti berujar bahwa mencari pemasok vaksin sangat penting untuk mencapai target tahun depan.

Adapun, angka 170 juta orang Angka tersebut dipilih sesuai dengan arahan organisasi kesehatan dunia (WHO) terkait jumlah minimum orang yang tervaksiniasi untuk mencapai kekebalan kawanan (herd immunity).

Sejauh ini, sumber vaksin yang akan didapatkan Indonesia ada dari beberapa sumber, seperti Astra Zeneca, GAVI, CanSino Biological, Moderna, Acturus Therapeutics, Genexine Korea, and vaksin merah-putih.

Honesti menyampaikan masing-masing produsen vaksin yang telah melalui kerja sama tersebut masih belum mempublikasikan harga vaksin per dosisinya. Namun demikian, Honesti memperkirakan harga vaksin per dosis sekitar Rp200.000.

Dengan kata lain, perlu dana sekitar Rp68 triliun agar target vaksinasi 2021 terpenuhi. Secara total, dana yang perlu dikucurkan mencapai Rp104 triliun untuk memvaksinasi seluruh penduduk Indonesia secara gratis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma Vaksin Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top