Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapan Indonesia Bisa Lolos dari Resesi? Ini Prediksi Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan saat ini masih terjaga.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 17 November 2020  |  10:54 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2020 diyakini akan kembali ke jalur positif setelah mencatatkan pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut, pada kuartal II dan III/2020.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2020 yang diperkirakan positif ini akan membawa ekonomi Indonesia ke level pertumbuhan 5 persen pada 2021.

Bahkan, Perry optimistis ekonomi Indonesia akan mencapai pertumbuhan 6 persen dalam 5 tahun mendatang, yang didukung oleh perbaikan konsumsi, ekspor, dan investasi.

"Kami meyakini bahwa pebaikan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut. Insya Allah pertumbuhan ekonomi akan mulai positif pada triwulan IV/2020 dan akan meningkat menjadi 5 persen pada 2021 dan terus naik ke sekitar 6 persen dalam kurun waktu 5 tahun mendatang," katanya, Senin (16/11/2020).

Perry menyampaikan, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan saat ini masih terjaga, tercermin dari nilai tukar rupiah yang stabil bahkan cenderung menguat, tingkat inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menurun, dan sistem perbankan yang sehat.

"Sinergi koordinasi kebijakan ekonomi nasional sangat kuat dan erat, antara BI, OJK, pemerintah, maupun berbagai instansi dan lembaga," jelasnya.

Di samping pemerintah memberikan stimulus fiskal yang besar untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19, BI juga memberikan stimulus moneter yang besar.

"Komitmen kami [BI] sangat tinggi dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar terus kondusif bagi pemulihan ekonomi," tuturnya.

Perry memaparkan, berbagai kebijakan BI dalam mendorong pemulihan ekonomi, di antaranya penurunan suku bunga pada tahun ini hingga menjadi 4 persen, injeksi likuiditas atau quantitative easing lebih dari Rp670 triliun, sekitar 4 persen dari PDB.

Lebih lanjut, BI juga mendukung dan berpartisipasi dalam pembiayaan dan berbagi beban APBN 2020 melalui kesepakatan Menteri Keuangan dan Gubernur BI, yang sering disebut burden sharing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi Resesi perry warjiyo
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top