Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Rumah Swasta di Pasar Primer Singapura Anjlok

Penjualan rumah baru di pasar primer yang dibangun oleh pengembang swasta di Singapura pada Oktober anjlok, menghentikan masa 5 bulan sebelumnya yang selalu meningkat.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 17 November 2020  |  21:27 WIB
Perumahan dan properti komersial di Singapura./Bloomberg - Ore Huiying
Perumahan dan properti komersial di Singapura./Bloomberg - Ore Huiying

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan rumah baru oleh pengembang swasta anjlok 51,7 persen pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menghentikan laju pembelian selama 5 bulan beruntun setelah pembatasan baru diberlakukan pada penerbitan kembali opsi untuk membeli (OTP).

Pembeli hanya mengambil 642 unit pada Oktober dari level tertinggi lebih dari 2 tahun di 1.329 unit pada September, menurut angka dari Urban Redevelopment Authority (URA).

Penjualan rumah yang dibangun pengembang swasta turun 31,1 persen yoy dari 932 unit dibandingkan dengan Oktober tahun lalu.

Angka-angka dari URA pada itu tidak termasuk unit kondominium eksekutif, yang merupakan hibrida perumahan publik-swasta.

Aturan baru yang diberlakukan pada 28 September oleh URA membatasi pengembang untuk menerbitkan kembali OTP kepada pembeli yang sama dari unit yang sama dalam waktu 12 bulan setelah OTP sebelumnya berakhir.

Mereka juga dilarang memberikan perjanjian di muka kepada pembeli untuk menerbitkan kembali OTP.

Langkah ini bertujuan membatasi praktik pasar properti yang diyakini telah menggembungkan angka penjualan rumah swasta, sekaligus mendorong kehati-hatian finansial dalam pembelian rumah di tengah kemerosotan ekonomi Covid-19 dan iklim ketenagakerjaan yang tidak menentu.

Penerbitan ulang OTP mengacu pada pengaturan yang dibuat beberapa pembeli rumah swasta dengan pengembang, melalui agen properti, untuk terus menerbitkan kembali OTP setelah kedaluwarsa tanpa kehilangan biaya pemesanan.

Dulu, ini bisa dilakukan hingga setahun, bahkan hingga 18 bulan, sejak tanggal OTP pertama. Idenya adalah memberi waktu kepada pembeli, misalnya, untuk menjual rumahnya yang sudah ada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti singapura

Sumber : The Straits Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top