Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Perkembangan Proyek Food Estate di Humbang Hasundutan Sumut

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan sistem irigasi dan jalan akses untuk mendukung program pengembangan food estate sebagai lumbung pangan baru di pusat pengembangan hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  17:59 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono /ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono /ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan sistem irigasi dan jalan akses untuk mendukung program pengembangan food estate sebagai lumbung pangan baru di pusat pengembangan hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

Data Kementerian PUPR mencatat lahan potensial pengembangan food estate di Sumatera Utara seluas 60.000 hektare membentang di 4 kabupaten yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Pakpak Bharat. Sebagai tahap awal pembagunan food estate seluas 30.000 hektare digunakan untuk tanaman holtikultura seperti kentang, bawang merah, dan bawang putih.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kunci dari program pengembangan food estate adalah ketersediaan air untuk irigasi, bersamaan dengan teknologi pertaniannya. Sinergi perencanaan infrastruktur irigasi dan pertanian yang dilakukan antara Kementerian PUPR bersama Kementan bertujuan untuk mengembangkan food estate yang modern dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kita memang fokusnya untuk menyiapkan food estate yang modern, sehingga nantinya tidak hanya dimanfaatkan saat produksi tetapi juga pasca produksi,” kata Menteri Basuki dalam siaran persnya Rabu (28/10/2020).

Pembangunan infrastruktur PUPR untuk pengembangan Food Estate Humbahas dilakukan secara bertahap mulai 2020-2023 meliputi Bidang Sumber Daya Air dengan total anggaran Rp406,9 miliar dan konektivitas sebesar Rp619,1 miliar.

Pada TA 2020, anggaran infrastruktur SDA sebesar Rp17,7 miliar yang digunakan untuk penyediaan reservoir air baku untuk lahan hortikultura seluas 200 Ha senilai Rp15 miliar, Survei Investigasi Desain (SID) air baku untuk Blok 2 seluas 1.000 Ha senilai Rp1,5 miliar dan SID penyediaan irigasi hortikultura seluas 30.000 Ha senilai Rp1,2 miliar.

Selanjutnya untuk TA 2021 meliputi lanjutan SID penyediaan irigasi hortikultura seluas 30.000 Ha dan penyediaan air baku bagi 1.000 Ha lahan hortikultura dengan anggaran Rp 126,2 miliar. Untuk TA 2022 dan 2023 dikerjakan pengembangan jaringan irigasi hortikultura dengan anggaran Rp. 263 Miliar untuk lahan seluas 30.000 Ha.

Selain SDA, Kementerian PUPR juga mendukung konektivitas menuju Food Estate berupa peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 15,48 Km, pembangunan jalan akses sepanjang 8,9 Km ke lokasi pengembangan 1000 ha, dan jembatan sepanjang 120 meter yang pengerjaannya dilakukan pada 2020-2021. Dilanjutkan TA 2021-2022 berupa peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 12,49 Km, pembangunan jalan akses sepanjang 14,91 Km, dan jembatan sepanjang 20 meter.

Peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 16,1 Km dan pembangunan jalan akses sepanjang 15,6 Km juga dilakukan untuk mendukung pengembangan Food Estate seluas 3.000 Hektare dan Kebun Raya 1.120 Hektare. Konstruksi dilaksanakan pada 2022-2023.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Kementerian PUPR
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top