Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal IV/2020, Industri Mamin Bakal Dapat Berkah

Gapmmi memprediksi kuartal IV/2020 menjadi peluang bagi pabrikan makanan dan minuman, karena ada libur panjang dalam 3 bulan terakhir tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  01:58 WIB
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. - Kemenperin
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan kuartal IV/2020 dapat menjadi momentum peningkatan utilisasi pabrikan meski ancaman Covid-19 masih membayangi.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman meyakini kuartal IV/2020 dapat menjadi peluang bagi pabrikan makanan dan minuman, karena beberapa liburan panjang dalam 3 bulan terakhir tahun ini dapat meningkatkan aktivitas masyarakat di luar rumah.

"Kegiatan-kegiatan [di luar rumah] itu pasti memerlukan makanan dan minuman. Industri mamin pasti salah satu yang ikut terangkat," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (27/10/2020).

Adhi mendata saat ini rata-rata utilisasi industri mamin berada di posisi 70 persen. Menurutnya, momentum pada kuartal IV/2020 dapat membuat utilisasi industri mamin ditutup di atas level 70 persen pada tahun ini.

Namun, momentum kuartal IV/2020 dinilai belum dapat membuat pertumbuhan industri mamin menyentuh level 4 persen. Gapmmi sempat merevisi pertumbuhan industri mamin dari 9 persen ke level 4 persen pada medio 2020.

"Sulit [untuk menyentuh 4 persen]. Perkiraan saya [tahun ini industri mamin tumbuh] 2 hingga 3 persen. Itu sudah mempertimbangkan banyak liburan pada kuartal IV/2020," tuturnya.

Adhi menyatakan pertumbuhan 2 hingga 3 persen tersebut dapat terpenuhi jika pemerintah daerah tidak lagi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara penuh. Pasalnya, menurutnya, hal tersebut akan kembali menurunkan aktivitas konsumen dan peredaran barang.

Sebelumnya, Kemenperin memprediksi industri mamin tumbuh hingga 9 persen pada akhir 2020 atau lebih tinggi dari realisasi 2019 yakni 7,9 persen. Namun, Kemenperin terpaksa menurunkan proyeksi itu ke level 4 persen akibat pandemi Covid-19.

"Sampai akhir tahun mungkin sekitar 3 persen, karena beberapa kali kunjungan [ke pabrikan], industri mamin [sudah merasakan] rebound pada Juni 2020. Melihat itu, mudah-mudahan [tumbuh] 3 persen, mungkin tidak 4 persen," ujar Dirjen Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim kepada Bisnis.

Seperti diketahui, Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia mulai tumbuh berakselerasi per Juni 2020 ke level 39,1 poin atau naik 10,1 poin indeks dari bulan sebelumnya. Adapun, sejak Juni pergerakan PMI Indonesia terus berakselerasi sampai menyentuh level 50,8 per Agustus 2020.

"PSBB jangan terlalu ketat. [Lakukan PSBB] di wilayah kecil saja, yang di situ merah. Kalau [PSBB] penuh, restoran tidak ada [pelanggannya], apalagi [industri] mamin yang [pertumbuhannya] di restoran," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gapmmi industri mamin
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top